Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Hikmah dari Musibah: Mengenang Tragedi Aceh

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto  26 Desember merupakan tanggal penting yang tidak akan pernah dilupakan oleh sebagian orang. Di tanggal ini tragedi besar mengguncang seantero Indonesia. Berita pun tersiar di berbagai stasiun televisi dan media. Ya, apalagi kalau bukan tragedi Tsunami Aceh. 16 tahun yang lalu, Aceh diporak-porandakan oleh bencana Tsunami. Tidak sedikit korban yang berjatuhan pada waktu itu. Ratusan rumah dan gedung pun tak luput hancur karenanya. Itu semua terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Sekarang mungkin Aceh sudah mulai pulih. Perekonomian di sana mulai membaik. Namun traumatik yang diberikan pasti masih berasa. Anak terpisah dari orang tuanya atau sebaliknya. Suami kehilangan istrinya, pun sebaliknya istri kehilangan suaminya. Perasaan kehilangan orang yang dicintai selamanya akan terasa dan membekas meski keadaan sudah membaik. Dari tragedi Aceh 16 tahun yang lalu mengajarkan kita beberapa hal. Pertama, sayangi orang sekitar kita selagi ada. Ayah, ibu, adik dan kaka...

Hikmah Diciptakannya Tumbuhan: Konsep Dermawan

 Oleh: Samsu Wijayanto  Tuhan menciptakan makhluk hidup di dunia ini begitu beragam. Ada manusia dengan kesempurnaan akalnya. Hewan dengan ketajaman instingnya. Tumbuhan dengan manfaatnya yang luar biasa, hingga manusia dapat bernafas karenanya dan alam pun stabil karena keberadaanya. Namun dari ketiganya, tumbuhanlah yang sering diabaikan. Keberadaannya dianggap kurang bermanfaat. Akibatnya manusia seenaknya sendiri menebangnya demi kepentingannya sendiri. Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya. Begitu juga penciptaan terhadap tumbuhan. Tidak hanya banyak manfaat yang diberikan, melainkan tumbuhan merupakan media belajar dan renungan bagi umat manusia. Seperti konsep dermawan yang ditunjukan oleh tumbuhan singkong dan mangga. Singkong ibarat manusia yang kikir. Dia suka menyembunyikan buah (hartanya) sedalam mungkin. Hingga orang tidak tahu apakah buahnya besar atau kecil. Karena kekikirannya, berdampak pula pada kehidupannya. Orang yang kelewat kikir akan e...

Perasaan Ibu Saat Hari Ibu

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto  22 Desember merupakan tanggal ditetapkan sebagai Hari Ibu. Banyak anak berbondong-bondong mengucapkannya. Ucapan tersebut didasari atas kebahagiaan dan kebanggaan adanya ibu yang selama ini menemani. Namun pernahkah kita bertanya (minimal dalam hati), bagaimana perasaan ibu saat hari ibu? Apa yang dirasakan beliau saat hari ibu? Apa yang diinginkan ibu saat hari ibu? Ibu adalah sosok sentral dalam sebuah keluarga. Tanpa perantara ibu kita tidak akan pernah lahir ke dunia. Ibu juga sebagai "madrasatul ula" (sekolah pertama) bagi anak. Aktif tidaknya anak, cerdas tidaknya anak tergantung bagaimana ibu yang memberi ajaran pertama. Oleh karena itu, sebagai tokoh sentral sepantutnya mendapatkan apresiasi tertinggi dari kita (anak-anaknya). Apresiasi itu sebenarnya tidak cukup dengan hanya sekedar ucapan dan postingan foto ibu dengan "caption" Selamat Hari Ibu, I love You. Tidak cukup hanya itu. Ada juga yang mengapresiasinya dengan memberi kue ata...

Hikmah Merenung: Antara Cemburu dan Mendua

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Setiap orang memiliki cemburunya masing-masing. Ada yang cemburu karena pasangannya terlalu asyik dengan hobinya, asyik dengan pekerjaannya, bahkan asyik dengan orang lain. Cemburu hadir secara mengalir. Bukti bahwa dia cinta dan ingin fokusnya tidak terbagi. Jadi cemburu tidak salah dan orang yang cemburu tidak bisa disalahkan. Cemburu memang tidak salah, akan tetapi jangan berlebihan. Berlebihan merupakan sesuatu yang dibenci Tuhan. Seseorang yang cemburunya berlebihan cenderung akan mengekang dan membuat pasangannya tidak nyaman. Cemburu boleh, asal sewajarnya. Menyoal cemburu, tidak hanya manusia yang mengalaminya. Tuhan pun punya rasa cemburu terhadap hamba-Nya. Dalam ajaran Islam, Allah tidak suka disekutukan (diduakan). Orang-orang yang menyekutukannya disebut dengan syirik. Allah akan murka dengan orang yang syirik. Cemburunya Allah bukan semata, Dia ingin disembah atau dicintai. Namun Allah mengajarkan kepada kita tentang kesadaran balas budi. Allah yang ...

Menghargai Sebuah Prinsip

Oleh: Samsu Wijayanto  Setiap manusia memiliki prinsip dan keteguhan atas apa yang dia yakini. Sebagai manusia yang berbudi, tidak elok jika memandang remeh, menghalangi dan memaksa seseorang keluar dari prinsip atau keteguhan hatinya. Di karawang, kebanyakan orang (tidak semua) berpandangan bahwa kerja di Karawang, mendapat gaji besar hanya bisa masuk dengan menggunakan uang. Tidak sedikit jasa dibidang ini bertebaran di Karawang. Jasa ini dibalut dengan lembaga yang dinamana LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Adanya LSM di Karawang bukan rahasia lagi. Orang dari berbagai daerah yang ingin berkiprah di dunia kerja khususnya di PT di Karawang pasti tidak lepas dari soal uang. lebih parahnya, sampai ada statemen "kerja zaman sekarang apalagi di Karawang kalau tidak pakai uang ga akan mungkin di terima, walaupun nunggu sampai tua." Mendengar langsung kata-kata ini rasanya sungguh miris. Sadar atau tidak, sengaja atau tidak sebenarnya tindakan tersebut merupakan suap. Bukankah su...

Pentingnya Membaca Sebelum Bicara

Oleh: Samsu Wijayanto Bicara atau ngomong merupakan aktivitas yang dikuasai oleh setiap orang. Siapapun bisa bicara sesuai keinginannya. Bisa memakai bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa asing. Bicara pun bisa dilakukan kepada siapa saja, baik yang sudah lama dikenal ataupun orang yang baru ditemuinya diperjalanan. Namun tidak semua orang memiliki mental yang baik untuk berbicara. Ada beberapa yang masih terbata karena gugup, ada juga yang lancar-lancar saja karena memang sudah terbiasa. Berbicara itu ada seninya. Semua orang mungkin bisa berbicara. Tapi tidak semuanya bisa berbicara di depan umum sesuai dengan keinginannya, lalu tertata bahasanya dan tidak gugup. Selain itu, jika berbicara dengan orang yang kompetitif, harus hati-hati. Karena dia tidak akan mau kalah dan cenderung membatah dan mendebat apa yang kita katakan. Entah topiknya berat atau ringan. Tetap saja dibantahnya. Hal di atas saya rasakan betul. Selama beberapa hari kemarin saya berada di Tulungagung. Saya men...

Catatan Perjalanan: Penampilan bukan Segalanya, tapi Perlu

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto Sore ini, saya menyaksikan seorang penjual oleh-oleh di dalam bis. Dia menjajakan dodol Garut dan keripik kentang khas Bandung (katanya). Namun bukan soal barang jualannya yang jadi poin penting pembahasan tulisan ini. Melainkan, bagaimana cara dia menjajakan dagangannya. Sebelum itu, saya sekarang ini sedang berada disebuah bis menuju Tulungagung. Ada urusan mendadak yang harus diselesaikan. Sehingga saya bertemu dengan penjual oleh-oleh itu. Kembali ke topik Dalam menjajakan dagangannya, penjual menyampaikan kata pembuka yang tidak biasa. Selain dia meminta maaf telah menganggu kenyaman perjalanan, dia juga menerangkan barang dagangannya. Tidak hanya itu, dia pun lengkap mendeskripsikan masing-masing barang dengan lancar tanpa berbelit. Bahasa yang digunakan pun ringan dan lengkap dengan kalimat persuasinya. Namun sayang, meski menjajakan barang dengan bahasa dan cara yang menarik orang-orang kurang berminat. Setelah saya amati ternyata kekurangannya ada p...

Hikmah Ngobrol: Belajar dari Nandang "Si Tangan Ga Bisa Diem"

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto Pagi tadi sekitar pukul 9 saya mengantarkan rekan sesama guru untuk mengikuti rapat di sebuah sekolah. Tidak jauh dari sekolah tersebut, saya melihat penjual capcin (cappucino cincau). Saya merasa tidak asing dengannya. Setelah diliat dari dekat ternyata dia adalah salah satu mantan karyawan orang tua saya dulu ketika jualan es teh poci. Nandang namanya. Singkat cerita kami berdua ngobrol di lapaknya. Kami ngobrol panjang, mulai dari keadaan jualan, tanya kabar keluarga saya dan begitu juga sebaliknya. Namun dari semuanya, ada hal menarik yang saya tangkap. Dia membeli gitar listrik seharga 2 juta, lalu datang corona. Akhirnya gitar itu dibongkar olehnya. What? Saya melongo mendengarnya. Ketika masih bekerja dengan orang tua, dia termasuk orang yang terampil. Istilah lainnya "tangannya ga bisa diem". Dia suka menggambar, memahat kayu menjadi suatu bentuk bahkan sampah kertas pun dia sulap menjadi sesuatu. Nah, ketika dia bercerita tentang gitar listrikn...

Hukum Merayakan Muludan

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Malam ini adalah malam dimana masuknya tanggal 12 Rabiul Awal. 12 Rabiul Awal menjadi tanggal bersejarah bagi umat manusia. Ya, lahirnya Nabi Muhammad SAW. Nabi terakhir dan paling mulia menurut umat Islam. Oleh karena itu seyogyanya umat Islam pasti merasa senang dan gembira. Dalam menyikapi kegembiraan ini, bermacam cara dilakukan. Beberapa orang merayakan dengan ramai, mendirikan panggung, mendatangkan penceramah, dan bersolaeat bersama. Sebagian yang lain merayakan dengan sederhana, hanya bersolawat di masjid masing-masing dan mendengarkan pengajian, lalu makan-makan. Ada juga yang justru menyalahkan dan/atau membid'ahkan kedua kegiatan di atas. Perdebatan mengenai perayaan hari kelahiran Nabi alias maulidan atau muludan sudah terjadi sejak lama. Penyelesaiannya pun sudah lama terjawab. Jika ditanya mengapa merayakan? Sedangkan Nabi tidak menyuruhnya. Jawab saja, "apakah Nabi melarangnya?" Itu sebenarnya sudah beres dan selesai. Hargai setiap jaw...

Renungan Pasca Jagongan: Say No to Minder

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Semalam, tepatnya Senin malam 26 Oktober 2020 pengasuh grup SPK yakni prof Ngainun Naim mengajak kami (para anggota) dalam sebuah pertemuan. Pertemuan itu kami beri nama jagongan literasi. Beliau membagikan link zoom untuk kami masuki. Akhirnya saya (sebagai anggota) pun masuk untuk mengikuti jagongan menarik tersebut. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya jagongan pun dimulai. Jujur, awal saya masuk sudah merasa aneh dan asing. Sebab, saat saya perhatikan ternyata yang mengikuti jagongan tersebut tidak hanya dari grup SPK, melainkan dari umum pun turut serta meramaikan jagongan tersebut. Keren memang grup yang saya ikuti ini. Dengan literasi ternyata bisa menambah relasi. Saya tidak hanya belajar dan tambah wawasan, tapi juga bertambah teman. Alih-alih ingin menambah relasi, justru makin kesini saya minder dan tidak percaya diri. Banyak faktor yang membuat saya minder, salah satunya adalah yang ikut jagongan ini merupakan orang hebat, produktif dan sudah memil...

Masa Kecil yang Terselamatkan

 Oleh: Samsu Wijayanto Ada yang masih ingat lagu mama bolo-bolo yang dinyanyikan oleh Tina Toon? Adakah juga yang ingat lagu diobok-obok airnya yang dinyanyikan oleh Joshua? Dan ingatkah lagu-anak-anak lainnya semasa kita kecil dulu. Yang masih ingat saya sarankan bersyukurlah. Mengapa bersyukur? Karena saat seseorang ingat lagu-lagu itu, maka sudah tentu dia pernah mendapati, mendengarkan bahkan hafal lagu-lagu tersebut. Tapi yang perlu disyukuri adalah seseorang yang mendapati lagu-lagu tersebut masa kecilnya terselamatkan. Ya, melihat realita anak-anak saat ini saya merasa kasihan dan ngenes. Tumbuh kembang anak dewasa ini disuguhi dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan usianya. Sebagai contoh begini, anak sekarang bila kita tanya "hafal lagu apa dek?" Pasti rata-rata akan menjawab serupa, yaitu lagu-lagu dewasa bergenre pop atau dangdut yang berlirik percintaan atau sejenisnya. Mengapa demikian itu terjadi? (Pasti pertanyaan seperti itu akan muncul). Ya karena anak-anak ...

Catatan Duka: Kehilangan yang Mendalam

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Pagi tadi saya dikejutkan dengan berita duka. Berita tersebut mengabarkan bahwa salah satu kyai tempat saya menimba ilmu di Ploso wafat. Beliau adalah KH. Fuad Mun'im Djazuli. Beliau merupakan putra keempat dari KH. Ahmad Djazuli Usman (pendiri pondok pesantren Al Falah, Ploso). Adanya berita duka ini tentu membuat sedih para santri, khususnya alumni yang pernah 'ngangsu kaweruh' dari beliau. Awalnya saya tidak yakin dengan berita tersebut. Tapi setelah saya cek ulang status 'whatsapp' teman-teman alumni Ploso, ditambah lagi grup alumni begitu ramai. Barulah saya percaya dan yakin beliau telah berpulang. Berita itu ramai tersebar di media sosial sejak pagi. Sekitar jam 6 pagi. Mengetahui berita tersebut, sesak memang rasanya dada ini. Bayangkan, setiap sore saya beserta santri lain selalu istiqomah menanti kehadiran beliau untuk memaknai kitab. Sekarang, suara beliau yang sedang membaca kitab tidak akan terdengar lagi saat sore. Adanya berita i...

Tulislah Ingatanmu, Sebelum Namamu Tertulis sebagai Ingatan di Batu Nisan

Oleh: Samsu Wijayanto Hari ini tidak ada sesuatu yang menarik untuk dituliskan. Aktivitas hanya itu-itu saja. Pagi ke sekolah untuk memberikan tugas daring, siang jumatan, sore mengajar les privat dan malam istirahat. Kurang lebih aktivitas saya tiap hari seperti itu. Oleh karena itu, saya memilih menulis sebagai obat kejenuhan. Sebab dalam menulis saya secara tidak langsung melakukan dua hal penting. Pertama menambah wawasan lewat membaca. Kedua mengikatnya dengan tulisan. Mengapa menulis itu penting? Menulis menjadi penting karena keterbatasan ingatan manusia. Beberapa hari yang lalu saya membaca tulisan di blog prof Ngainun Naim. Judulnya "Banyak Membaca Banyak Lupa." Meski dalam tulisan beliau dikatakan bahwa itu hanya guyonan atau candaan. Namun ada benarnya. Ketika seseorang mengisi sesuatu ke dalam otak, maka lambat laun akan terlupakan. Baik karena tertumpuk ingatan lain atau karena faktor usia yang menyebabkan kinerja otak melemah. Nah, disinilah peran penting menuli...

Fenomena Writer's Block: Hadapi! Bukan Berhenti!

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Menjadi seorang penulis bukan hak yang mudah. Selain tidak mudah, menulis juga bukan aktivitas yang banyak digemari oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang lebih memilih hobi yang seru dan menyenangkan seperti bermusik, olahraga atau bermain game. Namun seru dan menyenangkan setiap orang berbeda-beda. Orang yang senang bermusik tidak bisa dipaksakan senang menulis, begitupun sebaliknya. Orang yang senang menulis tidak bisa dipaksakan untuk senang bermusik. Seru dan senang adalah soal rasa. Tidak bisa diatur apalagi dipaksa. Bagi kita yang menyukai atau menggiati aktivitas menulis, pasti pernah mengalami kendala yang sama, yakni "writer's block" atau kebuntuan menulis. Kebuntuan menulis bisa terjadi pada pemula atau yang sudah terbiasa. Kendala ini muncul bukan tanpa sebab. Menurut kak Meutia Azzura, seorang pengiat menulis kreatif sekaligus bekerja di salah satu brand produk sebagai penulis iklan brand mengatakan "ada empat faktor penyebab adany...

Hikmah Jagongan: Jawaban atas Kekhawatiran

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto Menulis rutin setiap hari bukan hal yang mudah. Ada beberapa kendala yang akan dirasa, baik oleh pemula ataupun yang sudah biasa. Salah satunya kebingungan akan nulis apa besoknya karena khawatir tidak ada ide untuk menulis besok. Jujur, keresahan ini saya rasakan. Kebetulan Sahabat Pena Kita (SPK) Tulungagung mengadakan jagongan, ngobrol santai seputar menulis via aplikasi zoom. Akhirnya saya utarakan keresahan saya pada pakarnya, Prof. Dr. Ngainun Naim. Beliau adalah dosen sekaligus motivator saya dalam menulis, dari sejak kuliah hingga sekarang. Saya mendapatkan jawaban yang mencerahkan. Beliau mengatakan, "jangan khawatir ga ada ide untuk menulis besok. Banyak hal yang bisa ditulis. Bisa hal sepele yang kita temui tiap harinya. Tidak perlu sesuatu yang istimewa. Menulis kegiatan atau hal yang ditemui tiap hari pun sudah cukup untuk mengasah dan melatih menulis. Intinya menulis jangan sampai membebani tapi dinikmati." Setelah mendapat jawaban itu, se...

Mulan: Mendobrak Batasan dan Ketidakadilan terhadap Perempuan

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto "Gadis itu menjadi seorang prajurit. Prajurit itu menjadi pemimpin. Pemimpinnya menjadi seorang legenda." Kalimat di atas merupakan narasi yang diucapkan narator di akhir film Mulan. Ya, petang tadi saya baru saja menonton film itu. Film itu sebenarnya dirilis awal tahun ini, hanya saja saya baru tahu di bulan Agustus dan baru sempat mendownload dan menonton petang tadi. Oiya, film ini sudah pernah ditayangkan, namun masih berbentuk animasi di tahun 1998. Keduanya adalah film hasil produksi dari Disney. Karena saya nontonnya Mulan yang rilis pada tahun 2020 dan versi manusia, maka yang akan saya bahas adalah Mulan (2020). Ada beberapa hal yang menurut saya menarik untuk dibahas. Pertama background poster, pakaian dan akhir film adalah warna merah. Pilihan warna ini bukan tanpa alasan. Ada hubungan antara warna merah dengan isi dari film itu. Kedua pesan moral film itu. Ketiga film ini tidak ada darah sedikitpun meski film perang. Film Mulan bercerita te...

Pretty Boys : Mengejar Isi, Bukan Sensasi

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Beberapa hari lalu saya nonton sebuah film berjudul "Pretty Boys". Pretty Boys merupakan film yang tayang di bioskop pada 19 September 2019. Film ini disutradarai oleh dr. Tompi. Ini adalah pengalaman pertama untuknya sebagai sutradara, mengingat dia adalah seorang dokter, musisi dan pegiat literasi di narasi tv yang digagas oleh Najwa Shihab. Ini juga pengalaman pertama bagi para host acara tonight show di net TV. Lebih mengejutkannya, Najwa Shihab ikut ambil bagian dalam film ini. Sungguh kejutan. Namun meski semua pengalaman pertama, tidak membuat film ini kehilangan substansinya. Justru dengan adanya kolaborasi dr. Tompi, Najwa Shihab dan para aktor serta aktris yang serius membuat film ini menjadi fresh dengan 'guyonan' tipis dan tetap berbobot.  Film ini menceritakan tentang dia orang pemuda yang mengacu nasib di Jakarta untuk menjadi sukses. Sukses menurut mereka adalah dapat meraih apa yang diimpikan oleh mereka. Impian mereka satu, yakni...

Alam Mulai Enggan Bersahabat dengan Kita

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto Rasanya judul di atas sangat relevan untuk keadaan bumi akhir-akhir ini. Wabah menyebar dimana-mana, bencana alam banyak melanda, hingga kekeringan dibeberapa wilayah juga terasa. Semua terjadi karena sepertinya alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Menyoal tentang keadaan alam, saya teringat kutipan pak Akhol Firdaus (salah satu dosen filsafat IAIN Tulungagung) dalam catatannya di Facebook “Bumi sudah terlampau menderita. Manusia makin tak berbudi. Leluhur sudah lama berpesan, saat manusia lupa cara insyaf, bumi sendiri yang akan mengingatkan dengan caranya.” Saya menemukannya semalam ketika sedang iseng membuka Facebook. Catatan beliau mengisyaratkan bahwa adanya bencana alam ini terjadi karena manusia dan untuk manusia juga. Karena beberapa manusia mulai kehilangan budi, mereka merusak alam untuk kepentingannya sendiri dan perkaya diri. Akibatnya alam mengingatkan mereka agar tidak lupa bahwa alam pun bernyawa. Sama seperti makhluk lainnya, ingin hidu...

Pendidikan Anak: Menjaga Kejujuran dengan Ketegasan Dimasa Corona

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto Beberapa hari lalu tepatnya hari Senin, sekolah tempat saya mengajar mengadakan Penilaian Tengah Semester (PTS). Akan tetapi karena adanya pandemi, pengadaannya tidak seperti biasa. Biasanya PTS dilakukan di sekolah, sekarang pengerjaan di rumah. Soal diambil oleh orang tua masing-masing pada hari Sabtu. Setelah sepekan, soal dikumpulkan lagi. Tepatnya pada hari Sabtu tanggal 03 Oktober nanti. Sejak dulu hingga sekarang, eksistensi PTS tetap sama. Eksistensi PTS bertujuan menguji kemampuan anak dalam memahami materi selama 3 bulan (setengah semester). Namun dengan adanya PTS yang dibawa ke rumah tidak menutup kemungkinan anak melakukan tindak kecurangan. Ya, seperti melihat buku catatan, buku paket bahkan googling (search via Google). Tanpa pengawasan yang baik, hal itu bisa saja terjadi. Apalagi jika kedua orang tuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Maka, kecurangan (mungkin) bisa terjadi. Jadi peran serta orang tua murid saat ini sangat besar. Demi menj...

Bersama Kita Lawan Wabah Corona

Gambar
 "Sebaik-baik pemimpin adalah yang berani mengambil keputusan meski salah, daripada diam." Kalimat di atas merupakan argumen yang disampaikan oleh Ridwan Kamil (Kang Emil), Gubernur Jawa Barat. Beliau menyampaikannya dalam podcast Dedy Corbuzier yang membahas tentang Corona atau pandemi covid-19 dan upaya pengadaan vaksin covid-19 yang sedang dilakukan oleh pemprov Jawa Barat. Menurut beliau, menjadi pemerintah di masa pandemi sangat sulit, karena pemerintah tidak hanya sibuk mengurusi rakyat, melainkan juga mencari cara mengatasi wabah covid-19 di Indonesia ini. Adanya pandemi ini, ekonomi rakyat mengalami kekacauan. Pedagang dipaksa untuk tutup sementara demi menghindari kerumunan. Buruh dirumahkan dan dipotong gajinya. Akibatnya pemerintah harus menyediakan bansos (bantuan sosial) bagi rakyat yang terkena imbas dari pandemi ini. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi beban dan kesulitan rakyat. Namun ada saja orang yang protes, "bansos di Indonesia pembagiannya ga ...

Cinta bukanlah Kepemilikan

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Cinta adalah fitrah dan anugerah dari Tuhan. Dengan cinta seseorang cenderung akan menjaga, mengasihi, dan menyayangi orang yang dicintainya. Namun, ada satu 'quotes' populer yang ternyata maknanya begitu dalam untuk diulas. "Cinta tidak harus memiliki" Quotes di atas biasanya dipakai oleh dua kaum. Pertama, quotes tersebut digunakan oleh kaum patah hati. Orang yang sedang patah hati pasti akan mengatakan hal demikian. Tujuannya, mengobati luka kecewanya dan sebagai pembelaan atas cintanya yang kandas. Kedua, digunakan oleh kaum jomblo yang kurang punya keberanian untuk mendekati (red:PDKT) orang yang diincarnya. Meski quotes tersebut terlihat begitu mengenaskan, akan tetapi (sekali lagi) quotes di atas memiliki makna yang dalam. Prof. Quraish Shihab (red: Abi Quraish) dalam chanel YouTube "narasi tv" yang dipandu oleh putrinya, Najwa Shihab dalam segmen "Shihab & Shihab" mengulas tentang cinta tidak harus memiliki. Ulasa...

Kisah tentang Sibuk

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Secara biologis, makhluk hidup memiliki ciri-ciri tumbuh dan berkembang. Tumbuh berarti menjadi besar dan tua. Setiap makhluk pasti berproses, berawal dari tubuh kecil berubah menjadi besar dan menua. Sedangkan berkembang artinya menjadi banyak. Berkembang dalam kehidupan manusia hanya bisa dilakukan dengan cara perkawinan. Ngomong-ngomong soal tumbuh dan berkembang, saya pernah terlibat percakapan dengan seorang kawan. Dia mengatakan bahwa semakin seseorang tumbuh, maka semakin banyak yang dipikirkan dan banyak pula kesibukannya. Orang yang awalnya hidup ditanggung orang tua, lambat laun akan pisah dan mandiri. Di situlah seseorang akan mulai banyak berpikir. Berpikir bagaimana cara bertahan hidup tanpa orang tua. Berpikir cara memenuhi kebutuhan. Berpikir juga bagaimana cara memenuhi keinginan atau hobi. Saya begitu serius mendengarkan yang dia katakan. Meski melalui media telepon, percakapan kami cukup menyenangkan. Saya pun mengiyakan yang dia katakan. Saya pe...

Dasar Amal Soleh

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Hidup di dunia merupakan proses. Proses dari awalnya tidak mampu menjadi mampu, tidak tahu menjadi tahu dan tidak bisa menjadi bisa. Bahkan ada beberapa orang yang berproses dari keburukan menuju kebaikan. Proses seperti ini biasa dikenal dengan istilah tobat. Dalam perjalanannya, seseorang yang sedang bertobat pasti bertendensi pada akhirat. Dia tidak ingin hidupnya sia-sia di dunia. Tanpa tujuan yang jelas. Hanya hura-hura waktu dan harta. Oleh karena itu, taubat merupakan langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Tidak berhenti di situ, tahap selanjutnya yang harus dilalui untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah beriman dan beramal soleh. Beriman artinya yakin. Yakin bahwa taubat yang kita panjatkan diterima oleh Allah dengan diimbangi amal soleh sebagai sarana penebus dosa. Mengganti perbuatan buruk yang dulu pernah dilakukan dengan melakukan perbuatan baik (amal soleh). Menyoal amal soleh, Jumat, 11 September 2020 pondok pesantr...

Catatan di Masa Sakit

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Kebingungan dalam menulis amatlah wajar. Apalagi setelah sekian lama tidak menulis, tentu menyajikan beberapa rangkai kata menjadi kalimat pun akan tersendat. Seperti yang saya alami saat ini. Sedikit bercerita: Beberapa hari yang lalu, saya berada dalam kondisi yang kurang baik (sakit). Saat itu saya merasakan panas-dingin secara bergantian, pandangan berputar, sakit kepala ketika melihat terang cahaya, dan persendian terasa nyeri dan linu. Banyak yang berspekulasi bahwa saya mengalami tifus. Ada juga yang mengatakan saya terkena DBD. Malah ada yang menakut-nakuti bahwa saya tertular covid-19. Hingga saya merasa 'parno' saat mendekati instansi kesehatan seperti klinik, rumah sakit, dan puskesmas. Namun, bukan itu intinya, keadaan yang saya alami ini sungguh membuat saya berada dalam dua kebingungan. Pertama, dalam hal menulis. Seorang penulis butuh penunjang. Bisa berupa latihan (telaten setiap hari) atau membaca beberapa sumber untuk menambah ide dan amu...

Mengasah Kecerdasan Anak Saat Bayi

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Setiap orang tua pasti mendambakan memiliki anak yang cerdas. Kecerdasan pada anak sebaiknya diasah sejak usia dini, yaitu saat golden age. Ya, mungkin saya kurang pas jika berbicara masalah ini karena saya sendiri belum memiliki anak. Jangankan anak, nikah saja belum. Akan tetapi, menurut buku yang saya baca, ya demikian. Saat golden age (usia emas) kira-kira di bawah 5 tahun anak mudah sekali dibentuk dan diasah. Dalam buku "Mengasah Kecerdasan pada Anak" karya Ratna Wulan juga dikatakan bahwa "saat usia balita ke bawah adalah masa yang paling ideal untuk dibentuk dan diasah. Upaya pembentukan dan pengasahan ini melalui bermain (2011: 74)." Ya, para orang tua pasti mengerti bagaimana aktivitas anaknya saat usia itu. Bermain, bermain, dan selalu saja bermain. Namun, jauh sebelum itu, sifat aktif dan pasif anak ditentukan saat usia 0 sampai 9 bulan (biasa kita sebut bayi).  Perinciannya sebagai berikut: Pertama, Anak di usia 0-6 minggu memiliki...

Meneladani Hadis Nabi; Berderma untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain" Hadis di atas mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Hadis tersebut merupakan ajakan sesama manusia untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, tidak heran jika mubaligh atau penceramah mengumandangkan hadis tersebut sebab tugas mereka adalah da'watu lil khoir' (mengajak kepada kebaikan). Apakah hanya mubaligh atau penceramah saja yang bertugas mengajak pada kebaikan? Tentu tidak. Sesuai dengan namanya "da'watu" berarti mengajak. Mengajak berkonotasi umum, tidak hanya pada satu profesi saja. Setiap dari kita diperbolehkan, bahkan diwajibkan mengajak pada kebaikan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), mengajak berarti memperlihatkan bagaimana cara melakukan sesuatu; atau mencontohkan. Jadi seseorang yang mengajak artinya tidak hanya menyuruh tapi ikut melakukan sesuatu yang diucapkan. Salah satu contoh kebaikan yang banyak manfaat...

Tasu'a, 'Asyura dan Sejarahnya

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang mulia dalam tahun Hijriyah. Saking mulianya, Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk memperbanyak puasa sunnah, seperti puasa senin-kamis, puasa tanggal 9 dan 10 muharram serta puasa ayyamul bidh (13, 14 dan 15). Sebagaimana yang terdapat dalam hadis Nabi yang berbunyi, أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah). Begitu mulia jika kita berpuasa pada Bulan Muharram sehingga Nabi pun menyematkan kata "paling utama" dalam hadisnya. Namun, dari semua puasa yang ada, hanya dua yang dianjurkan oleh Nabi, yaitu puasa Tasu'a dan puasa 'Asyura.  Menyoal kedua puasa ini, kemarin saya berbincang dengan rekan sesama guru,...

Cahaya dari Timur: Beta Maluku; Memahami Perbedaan dan Perjuangan lewat Sepak Bola

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Sore tadi saya dibuat kagum dan terenyuh saat menonton film Cahaya dari Timur, Beta Maluku. Ya, saya akui terlambat menonton film luar biasa ini. Sebab, film ini rilis pada 19 Juni 2014. Meski terlambat, film ini sukses membuat saya berdecak kagum pada sosok Sani Tawainella, seorang tukang ojek yang memberikan perubahan pada Maluku. Sosok Sani diperankan oleh Chicco Jerikho dengan sangat 'apik'. Dengan perannya yang total, dia berhasil membuat saya (mungkin sebagian penonton lain) terbius dan terbakar semangatnya. Jadi bagi pembaca yang (mungkin) kurang semangat mengejar keinginan dan impian, silakan nonton film ini. Oiya, film ini juga mengajarkan kita nilai persatuan dan kesatuan, lho. Nonton deh. Film ini diawali dengan adegan konflik antar suku disana di tahun 2000 dan pernak-pernik kehidupan Indonesia bagian timur yang indah. Dia (Sani Tawainella) salah satu korban kekacauan akibat konflik suku di sana. Dia menyaksikan langsung betapa tragisnya saat i...