Perasaan Ibu Saat Hari Ibu
Oleh: Samsu Wijayanto
22 Desember merupakan tanggal ditetapkan sebagai Hari Ibu. Banyak anak berbondong-bondong mengucapkannya. Ucapan tersebut didasari atas kebahagiaan dan kebanggaan adanya ibu yang selama ini menemani. Namun pernahkah kita bertanya (minimal dalam hati), bagaimana perasaan ibu saat hari ibu? Apa yang dirasakan beliau saat hari ibu? Apa yang diinginkan ibu saat hari ibu?
Ibu adalah sosok sentral dalam sebuah keluarga. Tanpa perantara ibu kita tidak akan pernah lahir ke dunia. Ibu juga sebagai "madrasatul ula" (sekolah pertama) bagi anak. Aktif tidaknya anak, cerdas tidaknya anak tergantung bagaimana ibu yang memberi ajaran pertama. Oleh karena itu, sebagai tokoh sentral sepantutnya mendapatkan apresiasi tertinggi dari kita (anak-anaknya). Apresiasi itu sebenarnya tidak cukup dengan hanya sekedar ucapan dan postingan foto ibu dengan "caption" Selamat Hari Ibu, I love You. Tidak cukup hanya itu. Ada juga yang mengapresiasinya dengan memberi kue atau sesuatu lalu diposting ke media sosial. Tidak cukup hanya itu juga. Lalu apa?
Hari ini, beberapa ibu saya tanya perihal ini. Mereka mengatakan bahwa di hari ibu mereka ingin anak-anaknya merasakan apa yang dirasakan ibu. Mereka nyuci sendiri, masak sendiri, setrika sendiri dan nurut kalau disuruh pergi beli sesuatu ke warung. Sesederhana itu ternyata keinginan para ibu. Apresiasi ini sepertinya memberikan pelajaran pada kita bahwa hidup tak mudah dan enak rebahan. Hidup itu capek berproses dan harus bisa mandiri menghadapinya. Sungguh mulia seorang ibu. Di harinya pun ibu masih memikirkan kita dan memberi pengajaran bagi kita.
Berarti kamu menyalahkan dan melarang kami mengucapkan bahkan memberikan sesuatu kepada ibu?
Jika ada yang berpandangan demikian, coba telaah setiap paragraf di atas. Tidak ada sedikit pun saya melarang atau menyalahkan. Saya hanya mengatakan semua itu tidaklah cukup. Bukan hal yang diinginkan ibu. Ya, kecuali jika ibu punya hajat ingin umroh atau haji lalu anda mengabulkannya. Itu lain lagi. Tapi saya rasa ibu butuh dimanja dengan beristirahat, biarkan dia menikmati harinya kita anaknya yang melaksanakan tugasnya. Agar kita juga tahu betapa capek dan beratnya tugas seorang ibu. Syukur-syukur bisa ikut membantu meringankan beban beliau tiap hari dengan ikut masak bersama, mencuci bersama dan pekerjaan lainnya.
Jadi mari kita belajar menjadi anak yang dibanggakan oleh ibu. Anak yang tahu keinginan beliau dan menjadi anak yang paling berbakti kepada beliau.
Mudah-mudahan bermanfaat
Selamat Hari Ibu
Karawang, 22-12-2020

Komentar
Posting Komentar