Hikmah dari Musibah: Mengenang Tragedi Aceh
Oleh: Samsu Wijayanto
26 Desember merupakan tanggal penting yang tidak akan pernah dilupakan oleh sebagian orang. Di tanggal ini tragedi besar mengguncang seantero Indonesia. Berita pun tersiar di berbagai stasiun televisi dan media. Ya, apalagi kalau bukan tragedi Tsunami Aceh.
16 tahun yang lalu, Aceh diporak-porandakan oleh bencana Tsunami. Tidak sedikit korban yang berjatuhan pada waktu itu. Ratusan rumah dan gedung pun tak luput hancur karenanya. Itu semua terjadi pada tanggal 26 Desember 2004.
Sekarang mungkin Aceh sudah mulai pulih. Perekonomian di sana mulai membaik. Namun traumatik yang diberikan pasti masih berasa. Anak terpisah dari orang tuanya atau sebaliknya. Suami kehilangan istrinya, pun sebaliknya istri kehilangan suaminya. Perasaan kehilangan orang yang dicintai selamanya akan terasa dan membekas meski keadaan sudah membaik.
Dari tragedi Aceh 16 tahun yang lalu mengajarkan kita beberapa hal. Pertama, sayangi orang sekitar kita selagi ada. Ayah, ibu, adik dan kakak atau bahkan suami-istri. Luangkan waktu untuk bercengkerama dengan mereka. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi ke depannya. Kita hanya bisa merencanakan, Allah-lah yang mengendalikan segalanya.
Kedua, alam yang kita miliki hendaknya dijaga, jangan disakiti. Alam pun makhluk cipataan-Nya. Mereka memang tidak bicara, tapi mereka merasa. Jika kita menyakitinya, mereka bisa membalas dengan sesuatu yang tidak terduga.
Ketiga, tidak hanya alam, Allah pun jangan kita dustakan. Allah memang maha pemaaf, maha pengampun, pengasih dan penyayang. Namun perlu diingat Allah pun adalah hakim yang seadil-adilnya. Allah lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk hamba-Nya. Musibah yang terjadi memang buruk dipandangan manusia, akan tetapi belum tentu bagi Allah. Mungkin saja, dengan adanya musibah itu manusia bisa bertafakur (berfikir) terhadap apa yang telah dibuatnya.
Oleh karena itu, jadikan semua yang terjadi sebagai pelajaran kehidupan. Sebab, ada pepatah mengatakan "pengalaman adalah guru terbaik". Belajarlah dari pengalaman untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan.
Mudah-mudahan bermanfaat
Sekian
Karawang, 26-12-2020

Komentar
Posting Komentar