Memacu Spirit Membaca
Penulis: Samsu Wijayanto
======================================
Membaca merupakan aktivitas yang membosankan. Anggapan tersebut berlaku bagi orang yang kurang meminati aktivitas ini. Namun, bagi sebagian yang lain, membaca justru menjadi hobi yang tidak hanya sebatas menambah wawasan, melainkan kesenangan.
Cara membaca setiap orang sangat beragam. Bacaan yang diminati pun menyesuaikan selera (red: passion) masing-masing. Kita tidak bisa memaksa atau dipaksa untuk menyukai buku tertentu. Ada yang suka bacaan bergambar, seperti komik. Ada juga pecinta sastra, seperti puisi, cerpen, dan novel. Ada juga penikmat bacaan berat sekelas buku literatur, seperti buku psikologi, filsafat, sejarah, dan sebagainya.
Selain jenis bacaan, tempat membaca pun memiliki peran penting dalam menentukan passion baca seseorang. Kita akan sepakat bahwa banyak orang lebih nyaman dan semangat jika membaca di tempat yang tenang dan hening, seperti perpustakaan atau kamar pribadi. Hal ini umum dilakukan karena memang membaca butuh fokus dan konsentrasi tinggi untuk menyerap berbagai makna dalam setiap kata dan kalimat. Akan tetapi, ada beberapa orang yang lebih nyaman jika membaca di tempat yang bernuansa asyik (tidak menjemukan) sambil mendengarkan dentuman lagu melalui earphone atau headset. Jika kita menemui orang semacam ini, jangan disalahkan. Ingat sekali lagi, passion tiap orang berbeda. Kita tidak bisa menyalahkan atau disalahkan jika tempat, bacaan atau cara membaca kita berbeda.
Contohnya saya. Saya termasuk salah satu tipe orang yang membaca dalam suasana yang asyik Misalnya di kafe, warkop, atau tempat nongkrong lainnya. Tidak hanya itu, adanya musik di telinga tidak bisa saya lewatkan begitu saja saat membaca, harus ada. Sebab rasa kantuk akan menghampiri saya ketika saya membaca dalam keadaan yang tenang, sunyi, ataupun suasana yang menjemukan.
Di Tulungagung, saya tidak akan kekurangan tempat untuk memacu semangat membacasaya. Di sana banyak warkop atau kafe di sepanjang jalan. Apalagi di sekitar kampus IAIN Tulungagung, jangan ditanya lagi. Mungkin bisa terbilang puluhan kafe bertengger di sepanjang jalan. Lain halnya dengan di Karawang. Di sini sangat sulit mencari tempat yang asyik. Bahkan di dekat kampus UNSIKA (Universitas Singaperbangsa Karawang) saya tidak menemukan warkop. Kalau pun ada kafe, menunya lumayan menguras kantong. Maklum kampus tengah kota.
Dua hari yang lalu, tepatnya malam Senin, 16 Agustus 2020 saya iseng mencari menu untuk santap malam. Dalam pencarian, saya melihat sebuah kedai yang tidak asing ditemukan di sekitar Karawang kota, Xie Boba namanya. Minuman ini bisa dibilang minuman kekinian yang diminati para remaja ataupun orang dewasa di Karawang. Namun, saya baru melihat kedai Xie Boba yang menampilkan suasana yang asyik. Cat dinding yang keren, iringan musik slow terdengar di pojokan kedai dan uniknya di sana terpanjang rak buku yang menyediakan berbagai macam bacaan. Xie Boba yang seperti ini hanya saya temui di Walahar. Tepatnya sebelum Tokma, setelah Indomaret arah Curug. Silakan Anda buktikan ke sana jika Anda berminat. Saya bukan promosi, karena tidak diendorse (hehe). Saya hanya mengajak Anda yang memiliki passion yang sama dengan saya. Nanti kita sharing-sharing tentang literasi.
Kesimpulannya, bacalah buku yang Anda sukai. Jangan memaksakan diri untuk membaca buku yang tidak Anda sukai. Membacalah sesuai tempat dan cara yang Anda inginkan. Dengan begitu, setiap makna dalam kata akan tercerna dan menjadi refleksi bagi hidup Anda.
Sekian
Karawang, 18 Agustus 2020


Bacalah 1 buku yang menarik
BalasHapusCarilah buku itu
Hiya hiya hiyaaaaa
Buku apa judulnya dek?
Hapus