TIDUR

Oleh: Samsu Wijayanto



Tidur merupakan salah satu bentuk istirahat dari segala aktivitas manusia. Tidur ini bukanlah kegiatan, tapi lebih tepatnya anugerah dari Tuhan. Bukti Tuhan menyayangi ciptaan-Nya dengan membuatnya tertidur di saat malam dan bangun sebelum fajar datang.


Lalu bagaimana jadinya jika ada seseorang yang kehilangan kenikmatan tidur?


Pertanyaan yang sungguh aneh. "Mana ada orang ga bisa tidur?" Jika mau diamati dan disadari, tidur tergolong menjadi tiga macam. Pertama, susah tidur. Susah tidur ini berlaku bagi orang yang biasa kita sebut insomnia. Seberapa keras usahanya untuk tidur, akan tetap sulit. Meski sudah terpejam, tapi dia masih saja tidak tertidur. Dia masih bisa merasakan sesuatu, mendengar suara dan mencium bau di sekitarnya.


Kedua, tidur tidak nyenyak. Orang dengan tipe ini biasanya tertidur dengan membawa masalah atau beban hidupnya. Sehingga ketika belum lama tertidur, dia merasakan ketidaknyamanan. Bahkan tak jarang diiringi dengan mimpi buruk dan membuatnya terbangun. 


Ketiga, tidur nyenyak. Tidur yang seperti ini umum di alami semua orang. Orang yang mengalami tidur ini biasanya akan bermimpi normal -biasa saja, seperti melakukan aktivitas pada saat siang harinya- atau mimpi indah. Saking nyenyaknya, seseorang akan mendengkur, apalagi jika dalam keadaan capek atau lelah parah. 


Oleh karena itu, bersyukurlah bagi kalian yang bisa tidur nyenyak. Tidur nyenyak adalah gift (pemberian) dari Tuhan. Tidur itu nikmat. Namun jika hidup hanya untuk tidur, apa enaknya. Sekali lagi, syukuri dan lakukan sesuai dengan porsi. Bahkan soal tidur sekalipun. 


Sekian


Karawang, 26 Agustus 2020

Komentar

  1. Berapa banyak biaya harus dikeluarkan bagi orang yang bermasalah dengan insomnia. Tidur nyenyak adalah nikmat dan anugerah. Keren tulisannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Pasca Melahirkan: Melestarikan Tradisi Ngayun

Sejarah Pesantren di Indonesia

Konsisten itu Sulit