Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

R.A Kartini: Memaknai Peringatan Hari Kartini dengan Literasi

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Hidup umat manusia tidak bisa dilepaskan dengan aktivitas literasi. Mulai dari pendidikan hingga keagamaan, semuanya melibatkan aktivitas literasi. Pendidikan berliterasi dengan bacaan ilmu pengetahuan, kegamaan pun berliterasi dengan kitab suci yang ada dalam agama tersebut. Ya, meskipun sesungguhnya literasi tidak melulu berkaitan tentang membaca, menulis dan buku. Namun, membaca merupakan hal mendasar bagi aktivitas literasi. Menyoal literasi, tokoh perempuan bernama R.A Kartini adalah salah satu yang terkuat. Beliau begitu gencar menyerukan pentingnya baca tulis bagi rakyat Indonesia saat itu, khususnya kaum perempuan. Pemikirannya yang maju dan melek terhadap literasi baca tulis bagi perempuan tidak mulus begitu saja. Kaum laki-laki pada saat itu menganggap bahwa R.A Kartini keblinger (tersesat) karena terlalu maju. Mereka pun mengklaim tidak ada gunanya baca tulis dan belajar bagi perempuan, toh akhirnya perempuan akan kembali ke sumur, dapur dan kasur. Tent...

Kewajiban Siswa di Lingkungan Sekitar

Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan atau dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Salah satu kewajiban siswa adalah menjaga lingkungan. Manfaat menjaga kebersihan lingkungan diantaranya: 1. Terbebas dari penyakit yang karena lingkungan yang kurang sehat. 2. Lingkungan menjadi lebih indah, cantik dan bahkan sejuk. 3. Terbebas dari segala pencemaran, baik pencemaran udara, tanah dan air. 4. Air menjadi lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi. 5. Semakin tenang dalam menjalankan aktivitas sehari – hari. Beberapa penyebab banjir yang sering melanda pemukiman warga, antara lain: 1. Penebangan hutan secara liar atau maraknya illegal logging. 2. Membuang sampah pada saluran air, misalnya di sungai. 3. Permukiman di sekitar bantaran sungai atau saluran air. 4. Pemukiman yang berada di daratan rendah. 5. Tingkat curah hujan yang cukup tinggi. 6. Sistem drainase yang telah diganti tanpa memerhatikan Amdal 7. Jebolnya bendungan atau waduk. 8. Salah dalam melakukan pengurusan tata...

Hikmah Pandemi: Berliterasi karena Pandemi

Oleh: Samsu Wijayanto Setiap orang punya hobi masing-masing. Si A tidak bisa dipaksakan untuk hobi dalam bidang musik, misalkan. Begitu juga si B, tidak bisa dipaksakan untuk hobi dalam literasi (membaca dan menulis). Masing-masing punya passion tersendiri. Di era digital saat ini, media sosial begitu banyak bertebaran dimana-mana. Ada YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, Patch, WhatsApp dan masih banyak lagi. Semua bisa sangat membantu hobi yang kita miliki. Bagi yang hobi musik, bisa memainkan musiknya dan unggah di YouTube, Instagram atau Facebook. Hobi fotografi, lemparkan saja hasil jepretan ke Instagram atau Facebook. Namun ada saru hobi yang mungkin kurang diminati, ya literasi. Menurut pengalaman saya, hobi literasi kurang diminati. Baik oleh kalangan muda atau pun tua. Oleh pelajar maupun pengajar. Mengapa demikian? Banyak pelajar mulai dari kelas 3 hingga 6 mengeluh jika disuruh membaca, apalagi menulis. Ada yang bilang capek, pegal malah ada yang bilang bosan. Begitupun pe...

Hikmah Salat Berjamaah: Membangkitkan Semangat Ibadah

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Rasa-rasanya, kata jamaah sangat tidak asing. Jamaah bisa masuk dalam dua jenis kata. Pertama jamaah berbentuk kata benda, yakni kumpulan orang; kedua jamaah berbentuk kata kerja, yakni berkumpul untuk melakukan sesuatu. Namun yang jamaah dalam tulisan ini saya kerucutkan pada perilaku salat berjamaah. Salat yang dilakukan bersama-sama. Menyoal salat berjamaah, ada keuntungan yang akan kita peroleh saat melaksanakannya. Dalam literatur kitab fikih menyebutkan, bagi orang yang melaksanakan salat jamaah akan mendapat pahala 27 derajat. Sedangkan setiap langkah kita menuju masjid akan dicatat sebagai pahala. Apakah tidak tertarik dengan ganjaran semacam itu? Keterangan di atas merupakan fadilat (keutamaan) dari sisi agama. Sadar atau tidak, salat berjamaah memiliki fadilat dari sisi psikologi, yakni salat berjamaah dapat membakar semangat beribadah. Ini bukan dari literatur mana pun. Ini murni yang dirasakan oleh penulis hari-hari ini. Dengan salat berjamaah, seseora...

Pengertian Patung dan Jenis-jenisnya

Gambar
Sebuah karya seni yang sudah ada sejak dari zaman purba loh dan sudah berkembang sampai sekarang, karya seni ini menghasilkan wujud dalam bentuk tiga dimensi yang biasanya diciptakan melalui teknik memahat, modeling (dengan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan). Orang yang membuat patung disebut pematung dan hasil dari karya seni patung pada umumnya diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin manusia atau hanya sekedar dinikmati nilai keindahannya saja. A. Pengertian Patung adalah suatu benda yang secara sengaja dipahat meniru bentuk manusia ataupun hewan. Sedangkan menurut Mikke Susanto, seni patung adalah hasil karya tiga dimensi yang dibuay dengan cara mengurangi bahan atau membuat modelnya terlebih dahulu dengan teknik cetak ataupun cor. B. Jenis-jenis Patung 1. Jenis patung berdasarkan fungsinya Berdasarkan fungsinya karya seni patung dibagi menjadi 6 jenis, yaitu: a. Patung Religi Patung Religi dibuat dengan tujuan sebagai saran beribadah dan bermakna religius bagi sebagian uma...

Bolehkah Mengaplikasikan Hadis Daif (Lemah)?

Oleh: Samsu Wijayanto "Hei, kamu kok melakukan itu. Itu kan hadisnya dloif. Hati-hati". Beberapa waktu lalu, saat saya vakum menulis saya mendapat teguran demikian. Saya ditegur karena melantunkan puji-pujian "Allahumma bariklana fi rajaba, wa sya'bana wa balighna Ramadhana" di masjid dekat rumah. Dia bukan orang sekitar sini, alias musafir yang entah dari mana dan baru pulang kerja dari sebuah pabrik. Karena saya tidak ingin ada keributan di masjid, akhirnya saya akhiri pujian tersebut lalu lekas ikamah. Setelah selesai salat, saya dekati orang yang menegur saya tadi. Saya berterima kasih atas tegurannya. Saya pun bertanya, "maaf pak, apakah puji-pujian saya tadi mempengaruhi sah atau tidaknya salat?" Dia menjawab, "tidak". Saya bertanya lagi, "apakah puji-pujian tadi mengandung unsur akidah atau tauhid?" Jawabnya pun tetap, "tidak". Akhirnya saya perjelas dan jabarkan semua yabg saya tahu agar tidak ada kesalah pahaman. ...

Sejarah Pesantren di Indonesia

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Apabila kita berbicara mengenai pesantren di Indonesia khususnya di tanah Jawa, maka tidak akan lepas dari sejarah Jawa sebagai pusat sistem pendidikan pesantren dicanangkan pertama kali di Indonesia. Jika memang benar tanah Jawa itu pusat sistem pendidikan pertama di Indonesia, mari kita buktikan. Sebelum Indonesia merdeka, telah kita ketahui bahwa Indonesia dipenuhi dengan berbagai macam kerajaan-kerajaan. Kerajaan yang berdiri di tanah Jawa mayoritas beragama hindu. Sehingga tanah Jawa ramai akan budaya, peradaban, keilmuan sampai dengan peperangan. Runtuhnya kerajaan-kerajaan di tanah jawa, sedikit banyak meninggalkan suatu system yang sangat penting yaitu sistem pendidikan pondok pesantren. Menurut Karel A. Steenberink peneliti asal Belanda berpendapat, bahwa sistem pendidikan pondok pesantren yang berkembang saat ini berasal dari dua tradisi yaitu pertama dari tradisi Hindu dan kedua dari tradisi dunia Islam dan Arab itu sendiri. Pendapat pertama menyataka...

Hikmah Mencintai Nabi: Meringankan Siksa Kubur

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Dalam ajaran umat Islam nabi dan rasul yang wajib diketahui ada 25. Dari ke-35 nabi yang wajib ada beberapa nabi yang memiliki gelar "Ulul Azmi", yakni nabi-nabi yang memiliki ketabahan yang luar biasa. Mereka adalah nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad SAW. Kelima nabi di atas pun hanya ada satu yang paling mulia dengan mukjizat yang luar biasa, yaitu Nabi Muhammad SAW dengan mukjizatnya kitab suci Al-Qur'an. Bukan bermaksud mengerdilkan nabi dan rasul yang lain, semua nabi dan rasul semuanya mulia. Namun hanya nabi Muhammad lah yang paling mulia di antara semuanya. Tidak hanya karena al-Qur'annya, melainkan adanya Nash yang berbunyi “Jika bukan karenamu (Nabi Muhammad) , Jika bukan karenamu, tiadalah aku ciptakan Aflak (alam semesta).” Bayangkan, betapa berpengaruhnya beliau hingga tanpa kehadiran beliau akan ini tidak akan tercipta. Oleh karena itu, kita sebagai umatnya patut bersyukur atas kehadiran beliau dan bangga menjadi umatnya. Car...

Sikap Makmum Ketika Imam Lupa Menambah Rakaat Solat

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto "Pernah tidak kalian salat berjamaah lalu imam lupa jumlah rakaat solat? Harusnya rakaat sudah sempurna 4, malah nambah satu, menjadi 5 rakaat." Kasus ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak bisa dipungkiri, manusia akan dan pernah melakukan salah dan lupa. Sebab, hakikatnya manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Jadi wajar jika manusia melakukan kesalahan dan kelupaan. Sekali pun manusia itu seorang Imam salat yang alim (orang yang mengerti), lupa pasti tidak akan luput darinya. Dalam berbagai sumber, khususnya kitab kuning (klasik) menyebutkan bahwa tata cara mengingatkan Imam ketika lupa dibagi menjadi dua. Pertama, dalam kitab "Syarah Fathul Qarib", bagi makmum laki-laki hendaklah membaca "subhanallah" dengan niat berdzikir. Bukan untuk sengaja mengingatkan. Jika sengaja maka solat makmum dianggap batal. Kedua bagi makmum perempuan, mengingatkan dengan cara menepuk tangan kiri bagian atas dengan telapak tangan kana...

yang Penting Nulis Vs Nulis yang Penting

Oleh: Samsu Wijayanto Sekilas keduanya tampak serupa. Ya, hanya membolak-balik kata saja. Namun maknanya sangat berbeda. Itu yang sering menjebak dan menjadi pikiran penulis seperti saya, apakah tulisan saya hanya yang penting nulis? Ataukah saya menulis yang penting?  Pertama mengenai "yang penting nulis". Susunan kata tersebut sesungguhnya menjelaskan keasal-asalan seseorang dalam menulis. Bisa jadi hanya nulis sekedar nulis. Tanpa bobot, hanya berputar-putar dan tanpa refrensi yang jelas bahkan sama sekali tidak memberikan manfaat. Kedua tentang "menulis yang penting". Menulis penting merupakan aktivitas yang tidak mudah. Tidak asal nulis. Sebab, harus sistematis, refrensi yang jelas dan mudah dipahami lagi membawa manfaat. Jika itu semua sudah terpenuhi (menurut saya) insyaallah akan menjadi tulisan yang penting dan jadi pertimbangan.  Dalam prakteknya, saya sendiri belum sepenuhnya bisa menulis yang penting. Saya seringkali menulis dari apa yang saya baca, deng...