Hikmah Salat Berjamaah: Membangkitkan Semangat Ibadah
Oleh: Samsu Wijayanto
Rasa-rasanya, kata jamaah sangat tidak asing. Jamaah bisa masuk dalam dua jenis kata. Pertama jamaah berbentuk kata benda, yakni kumpulan orang; kedua jamaah berbentuk kata kerja, yakni berkumpul untuk melakukan sesuatu. Namun yang jamaah dalam tulisan ini saya kerucutkan pada perilaku salat berjamaah. Salat yang dilakukan bersama-sama.
Menyoal salat berjamaah, ada keuntungan yang akan kita peroleh saat melaksanakannya. Dalam literatur kitab fikih menyebutkan, bagi orang yang melaksanakan salat jamaah akan mendapat pahala 27 derajat. Sedangkan setiap langkah kita menuju masjid akan dicatat sebagai pahala. Apakah tidak tertarik dengan ganjaran semacam itu?
Keterangan di atas merupakan fadilat (keutamaan) dari sisi agama. Sadar atau tidak, salat berjamaah memiliki fadilat dari sisi psikologi, yakni salat berjamaah dapat membakar semangat beribadah. Ini bukan dari literatur mana pun. Ini murni yang dirasakan oleh penulis hari-hari ini.
Dengan salat berjamaah, seseorang akan cenderung ikut melaksanakan ibadah lainnya seperti yang dilakukan jamaah lain. Ketika orang lain salat rawatib kabliyah, dia akan tergugah untuk ikut melaksanakan. Begitu pun dengan salat rawatib bakdiyah. Terlepas dari adanya keinginan ingin dipandang atau adanya keterpaksaan, minimal mau melaksanakannya sudah bagus.
Adanya keinginan dipandang dan terpaksa menurut saya manusiawi. Bukan hal mudah untuk mencapai sebuah keikhlasan. Namun seiring berjalannya waktu, saat mulai istiqomah perasaan ingin dipandangdan terpaksa akan terkikis dan hilang.
Intinya dalam salat berjamaah adalah niat yang kuat untuk mau. Sebab, salat jamaah ini salah satu ibadah yang dianjurkan oleh Nabi tapi sulit diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah mengapa salat berjamaah memiliki derajat yang lebihtinggi daripadasalat sendirian.
Mudah-mudahan bermanfaat
Karawang, 04 Februari 2021
Sekian

Komentar
Posting Komentar