Hikmah Mencintai Nabi: Meringankan Siksa Kubur

Oleh: Samsu Wijayanto


Dalam ajaran umat Islam nabi dan rasul yang wajib diketahui ada 25. Dari ke-35 nabi yang wajib ada beberapa nabi yang memiliki gelar "Ulul Azmi", yakni nabi-nabi yang memiliki ketabahan yang luar biasa. Mereka adalah nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad SAW. Kelima nabi di atas pun hanya ada satu yang paling mulia dengan mukjizat yang luar biasa, yaitu Nabi Muhammad SAW dengan mukjizatnya kitab suci Al-Qur'an.

Bukan bermaksud mengerdilkan nabi dan rasul yang lain, semua nabi dan rasul semuanya mulia. Namun hanya nabi Muhammad lah yang paling mulia di antara semuanya. Tidak hanya karena al-Qur'annya, melainkan adanya Nash yang berbunyi “Jika bukan karenamu (Nabi Muhammad) , Jika bukan karenamu, tiadalah aku ciptakan Aflak (alam semesta).” Bayangkan, betapa berpengaruhnya beliau hingga tanpa kehadiran beliau akan ini tidak akan tercipta. Oleh karena itu, kita sebagai umatnya patut bersyukur atas kehadiran beliau dan bangga menjadi umatnya.

Cara memuliakan beliau sebenarnya tidak sesusah yang kita bayangkan. "Apakah dengan melakukan seluruh sunnahnya? Tidak juga." Melakukan segala kesunnahan beliau merupakan kebutuhan kita sebagai hamba Allah sekaligus umat beliau. Memuliakan beliau berarti mencintai beliau dengan sepenuh hati. Orang yang mencintai akan cenderung memuliakan atau menjadikannya prioritas. Namanya akan disebut sepanjang hari. Kelahirannya akan dikenang dan dirayakan. Kematian akan ditangisi.

Seperti yang dilakukan Abu Lahab. Orang yang diazab oleh Allah dan namanya diabadikan dalam Al-Qur'an. Meski begitu beliau adalah paman Nabi yang sangat gembira atas kelahiran Nabi pada hari Senin, 12 Rabiul Awal. Bahkan saking gembiranya, Nabi sampai memerdekakan budaknya yang bernama Syu'aibah. Oleh karena itulah dalam satu riwayat Abu Lahab tidak disiksa di alam kubur setiap hari Senin.

Seorang yang namanya tercatat atas kekufuran dan dosannya pun mendapatkan ampunan Allah. Apalagi kita yang masih beriman dan meyakini nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Tidak ada dosa yang tidak diringankan jika kita cinta dan memuliakan kekasih-Nya, yaitu nabi Muhammad. Jadi sekecil cinta yang kita berikan pada Nabi akan menjadi wasikah keselamatan bagi kita, termasuk melaksanakan muludan (merayakan hari lahir beliau).


Mudah-mudahan bermanfaat


Sekian


Karawang, 19 Januari 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Pasca Melahirkan: Melestarikan Tradisi Ngayun

Sejarah Pesantren di Indonesia

Konsisten itu Sulit