Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Meneladani Hadis Nabi; Berderma untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain" Hadis di atas mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Hadis tersebut merupakan ajakan sesama manusia untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, tidak heran jika mubaligh atau penceramah mengumandangkan hadis tersebut sebab tugas mereka adalah da'watu lil khoir' (mengajak kepada kebaikan). Apakah hanya mubaligh atau penceramah saja yang bertugas mengajak pada kebaikan? Tentu tidak. Sesuai dengan namanya "da'watu" berarti mengajak. Mengajak berkonotasi umum, tidak hanya pada satu profesi saja. Setiap dari kita diperbolehkan, bahkan diwajibkan mengajak pada kebaikan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), mengajak berarti memperlihatkan bagaimana cara melakukan sesuatu; atau mencontohkan. Jadi seseorang yang mengajak artinya tidak hanya menyuruh tapi ikut melakukan sesuatu yang diucapkan. Salah satu contoh kebaikan yang banyak manfaat...

Tasu'a, 'Asyura dan Sejarahnya

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang mulia dalam tahun Hijriyah. Saking mulianya, Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk memperbanyak puasa sunnah, seperti puasa senin-kamis, puasa tanggal 9 dan 10 muharram serta puasa ayyamul bidh (13, 14 dan 15). Sebagaimana yang terdapat dalam hadis Nabi yang berbunyi, أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah). Begitu mulia jika kita berpuasa pada Bulan Muharram sehingga Nabi pun menyematkan kata "paling utama" dalam hadisnya. Namun, dari semua puasa yang ada, hanya dua yang dianjurkan oleh Nabi, yaitu puasa Tasu'a dan puasa 'Asyura.  Menyoal kedua puasa ini, kemarin saya berbincang dengan rekan sesama guru,...

Cahaya dari Timur: Beta Maluku; Memahami Perbedaan dan Perjuangan lewat Sepak Bola

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Sore tadi saya dibuat kagum dan terenyuh saat menonton film Cahaya dari Timur, Beta Maluku. Ya, saya akui terlambat menonton film luar biasa ini. Sebab, film ini rilis pada 19 Juni 2014. Meski terlambat, film ini sukses membuat saya berdecak kagum pada sosok Sani Tawainella, seorang tukang ojek yang memberikan perubahan pada Maluku. Sosok Sani diperankan oleh Chicco Jerikho dengan sangat 'apik'. Dengan perannya yang total, dia berhasil membuat saya (mungkin sebagian penonton lain) terbius dan terbakar semangatnya. Jadi bagi pembaca yang (mungkin) kurang semangat mengejar keinginan dan impian, silakan nonton film ini. Oiya, film ini juga mengajarkan kita nilai persatuan dan kesatuan, lho. Nonton deh. Film ini diawali dengan adegan konflik antar suku disana di tahun 2000 dan pernak-pernik kehidupan Indonesia bagian timur yang indah. Dia (Sani Tawainella) salah satu korban kekacauan akibat konflik suku di sana. Dia menyaksikan langsung betapa tragisnya saat i...

TIDUR

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Tidur merupakan salah satu bentuk istirahat dari segala aktivitas manusia. Tidur ini bukanlah kegiatan, tapi lebih tepatnya anugerah dari Tuhan. Bukti Tuhan menyayangi ciptaan-Nya dengan membuatnya tertidur di saat malam dan bangun sebelum fajar datang. Lalu bagaimana jadinya jika ada seseorang yang kehilangan kenikmatan tidur? Pertanyaan yang sungguh aneh. "Mana ada orang ga bisa tidur?" Jika mau diamati dan disadari, tidur tergolong menjadi tiga macam. Pertama, susah tidur. Susah tidur ini berlaku bagi orang yang biasa kita sebut insomnia. Seberapa keras usahanya untuk tidur, akan tetap sulit. Meski sudah terpejam, tapi dia masih saja tidak tertidur. Dia masih bisa merasakan sesuatu, mendengar suara dan mencium bau di sekitarnya. Kedua, tidur tidak nyenyak. Orang dengan tipe ini biasanya tertidur dengan membawa masalah atau beban hidupnya. Sehingga ketika belum lama tertidur, dia merasakan ketidaknyamanan. Bahkan tak jarang diiringi dengan mimpi buruk ...

Mencari Hilal; Berdamai dengan Perbedaan

Gambar
Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Mencari Hilal adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2015. Film ini dibintangi oleh Deddy Sutomo dan Oka Antara sebagai tokoh utamanya. Sesuai judulnya, film ini menceritakan seorang Bapak bernama Mahmud, 60 tahun (Deddy Sutomo) ingin melihat hilal untuk menentukan lebaran Idul Fitri secara langsung. Dalam keadaan yang kurang baik, dia tetap memaksakan diri. Namun, dia tidak sendiri, melainkan ditemani oleh anaknya bernama Heli (Oka Antara), seorang aktivis yang kerap berselisih paham dengan bapaknya itu. Heli terpaksa menemani bapaknya dengan balasan akan dibuatkan paspor untuk tugas organisasinya oleh kakak perempuannya.  Film ini menarik perhatian saya pada saat sebelum dan proses pencarian hilal. Di situ digambarkan bahwa pandangan dan pengaplikasian Islam dibagi menjadi tiga macam. Pertama Islam yang kaku dan kolot. Cara pandang ini dianut oleh pak Mahmud (sosok bapak). Pak Mahmud berpandangan, Islam ...

Pernikahan berarti Saling....

Gambar
Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Pernikahan merupakan komitmen antara laki-laki dan perempuan (red: suami dan istri) untuk melanggengkan kata "saling" dalam rumah tangga. Saling menghormati dan saling mengerti contohnya. Sebenarnya berat bagi penulis membahas ta ini. Alasannya, penulis belum menikah dan belum mengalaminya langsung. Selain itu, penulis hanya mengungkapkan berdasarkan pengamatan dan hasil bacaan. Jadi, rentan sekali adanya kekeliruan, karena fakta di lapangan seringkali berbeda dengan teori di buku. Untuk itu, mohon dimaafkan jika ada kekeliruan dan saran untuk perbaikan. Kembali lagi soal pernikahan. Saling menghormati dalam rumah tangga itu penting. Meskipun suami adalah imam dalam keluarga, istri juga tetap harus dihormati oleh suami. Dihormati haknya dengan cara dipenuhi, bebaskan dia untuk berhobi, asal tidak merugikan, dan didengar pendapatnya. Dalam kitab "Mar'atus Sholihah" karya KH. Masruhan al-Maghfuri al-M...

Tilik; Menyikapi Berita

Gambar
 Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Fenomena ghibah (red: gosip) di masyarakat sangatlah lekat. Gosip di mana pun tempat pasti takkan terlewat. Baik di kota maupun desa. Bahkan tidak hanya dewasa, remaja pun tidak luput dari gosip. Menyoal gosip, beberapa hari yang lalu warganet Twitter, khususnya dihebohkan oleh sebuah film pendek berjudul "Tilik". Film berdurasi kurang lebih 30 menit ini sukses membuat saya 'melongo'. Film ini diramaikan oleh tokoh utama bernama Bu Tedjo dan Yu Ning. Tokoh Bu Tedjo dalam film tersebut berwatak bawel, provokatif dan kurang selektif dalam berbicara. Tidak peduli di mana, kapan dan dengan siapa dia berbicara. Sedangkan Yu Ning sebaliknya, pendiam, tidak mudah terbawa arus, dan selektif. Kedua tokoh di atas merepresentasikan kehidupan nyata pada masyarakat Indonesia dalam memandang sebuah berita atau desas-desus. Masyarakat punya pilihan dalam memandang berita. Bisa percaya, bisa juga tidak. Namun, alangkah ...

Cukup dengan Sederhana

Penulis: Samsu Wijayanto ==================================== Miskin merupakan status sosial yang sangat dihindari oleh sebagian orang. Banyak orang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak sedikit pula mereka menghalalkan yang haram demi keluar dari zona kemiskinan. Pepatah mengatakan, hidup itu seperti roda berputar. Orang yang sedang mengalami kemiskinan, lambat laun akan segera berakhir. Dengan usaha yang keras, tekun, dan sabar, seseorang pasti akan keluar dari kemiskinan dan beralih menjadi kejayaan. Namun, ketika kejayaan sudah didapat, kita dianjurkan untuk tidak lalai bahwa itu hanya titipan dari Allah. Faktanya, ketika seseorang sudah nyaman pada fase jaya atau memiliki kekayaan, dia akan lalai. Parahnya, sebagian besar orang takut menjadi miskin kembali seperti dulu. Dia lupa bahwa dia dulu pernah berada dalam keadaan yang sulit. Oleh sebab itu, Allah memberikan kita peringatan yang mengimplementasikan kehidupan orang kaya. Peringatan ini tertera dalam surat ...

Hidup Bagaikan Roda

Gambar
Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Hidup bagaikan roda yang berputar. Pepatah ini tentu sering kita dengar. Maknanya pun sangat variatif. Namun, kebanyakan dari kita sepakat, bahwa hidup bagai roda yang berputar bermakna 'hidup itu dinamis, tidak statis'. Setiap dari kita memiliki kesempatan yang sama untuk berubah dari miskin menjadi kaya; menderita menjadi bahagia; serta pasif menjadi produktif. Pepatah tersebut berlaku bagi siapapun yang mau "berusaha". Kata usaha berkaitan dengan bergerak atau 'moving on' (red: move on). Seseorang yang move on pasti sadar bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja. Ada yang salah dalam dirinya atau kehidupannya. Apabila dianalogikan pada sebuah roda yang diam, ia tidak akan pernah berpindah dari posisinya, selamanya akan di situ, dan tetap pada posisi itu, begitupun manusia. Saat dalam keadaan terpuruk, manusia memiliki dua pilihan, diam atau move on. Jika berdiam, keadaannya tidak akan berubah,...

Secuil Hikmah Workshop

Gambar
 Penulis: Samsu Wijayanto ==================================== Rabu, 19 Agustus 2020 saya menghadiri sebuah workshop pendidikan yang diadakan oleh yayasan tempat saya mengajar. Meski melakukan perkumpulan, tentu dimasa pandemi ini kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan instruksi satgas covid-19. Workshop pagi tadi berjudul "Bedah Kurikulum Madrasah Berdasarkan KMA 184 thn 2019" dengan pemateri Dr. H. Cecep Sundulusi, M. Pd. Acara tersebut terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama memaparkan tentang definisi guru, peran guru dan guru inspiratif. Sesi kedua, bedah kurikulum. Terakhir, sesi ketiga praktik dan penugasan untuk para guru. Dari ketiga sesi di atas, hanya sesi pertama yang (menurut saya) sangat menarik. Pada sesi pertama pemateri mengatakan bahwa, "anak didik senakal apapun itu kita tidak akan tahu kelak dia akan menjadi apa. Sebagai guru kita tidak boleh melakukan judgemen dini terhadap anak yang kita didik. Belum tentu anak yang kita anggap ...

Memacu Spirit Membaca

Gambar
 Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Membaca merupakan aktivitas yang membosankan. Anggapan tersebut berlaku bagi orang yang kurang meminati aktivitas ini. Namun, bagi sebagian yang lain, membaca justru menjadi hobi yang tidak hanya sebatas menambah wawasan, melainkan kesenangan. Cara membaca setiap orang sangat beragam. Bacaan yang diminati pun menyesuaikan selera (red: passion) masing-masing. Kita tidak bisa memaksa atau dipaksa untuk menyukai buku tertentu. Ada yang suka bacaan bergambar, seperti komik. Ada juga pecinta sastra, seperti puisi, cerpen, dan novel. Ada juga penikmat bacaan berat sekelas buku literatur, seperti buku psikologi, filsafat, sejarah, dan sebagainya. Selain jenis bacaan, tempat membaca pun memiliki peran penting dalam menentukan passion baca seseorang. Kita akan sepakat bahwa banyak orang lebih nyaman dan semangat jika membaca di tempat yang tenang dan hening, seperti perpustakaan atau kamar pribadi. Hal ini umum dilakukan karen...

Aku Rindu Indonesia

Gambar
Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Kemerdekaan diraih bukan tanpa kerja keras. Kemerdekaan tidak diraih dengan perpecahan dan egoisme. Kemerdekaan ada karena persatuan, menanggalkan soal perbedaan dan saling toleran satu dengan yang lain. Tidak ada aku ataupun kalian, yang ada hanyalah kita.  Kita tahu bahwa kemerdekaan diraih oleh perjuangan para pahlawan. Kita pun tahu bahwa mereka mempertaruhkan nyawa mereka untuk mendapatkan hak atas kemerdekaan hidup kita di tanah air tercinta. Namun, kita sering lupa, bahwa Indonesia ada, Indonesia merdeka atas campur tangan semuanya. Tidak hanya segelintir orang yang diberi mandat untuk kemerdekaan, melainkan rakyat Indonesia yang berani, gigih, bahkan tak takut mati ikut andil dalam kemerdekaan ini. Kemerdekaan ini membawa kita pada nama Indonesia. Indonesia yang dulu, berjuang bersama satu napas dan tanpa batas. Indonesia yang dulu, apabila seorang dari kita tersakiti, kita bela dan tolong sampai mati. Lalu apa...

Likes; Menulis yang Influence

Gambar
Penulis: Samsu Wijayanto ===================================== Jujur hari ini saya kebingungan menentukan tema tulisan. Kebingungan ini saya tanyakan kepada editor. Harapannya mendapat ide cemerlang darinya. Setelah berbincang mengenai aktivitas hari ini, dia menyarankan untuk menulis kejadian yang saya alami hari ini. Ya, semacam curhat begitu karena di rumah sekarang serba sendiri seperti masak, mencuci dan bebersih rumah -karena ibu dan adik-adik saya masih berada di Cilacap-. Setelah saya pikirkan, ada baiknya mengikuti saran darinya. Saya akan menuliskan apa yang saya alami hari ini. Hari ini, selain ketiga aktivitas di atas saya mendapatkan pelajaran penting dari satu aktivitas, yakni menonton film series di aplikasi pemutar film, Vidio namanya. Saya menonton film series ini setelah ketiga pekerjaan itu selesai. Film ini berjudul "Likes" hanya terdiri dari 6 episode saja. Film ini mengisahkan dua orang perempuan yang haus akan followers dan likes dari sosial media. Kein...

Memanfaatkan Potensi

Gambar
 Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Setiap orang mempunyai potensi dalam dirinya. Potensi yang dimiliki pun bervariasi tergantung bakat dan minatnya. Selain itu, potensi juga dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Jika lingkungannya menggemari literasi, dia akan ikut serta untuk giat membaca dan aktif menulis. "Apa itu potensi?" Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) luring versi V.0.4.0, "potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan." Kata 'mempunyai kemungkinan' dalam definisi potensi dapat menjadikannya rapuh. Artinya, ketika berada dalam kondisi yang mendukung seperti orang dan lingkungan sekitarnya, maka potensi yang dimiliki pun semakin kuat. Sebaliknya, jika tidak atau kurang adanya dukungan, potensi akan terkikis dan akhirnya hilang dari diri seseorang. Untuk menjaga agar potensi tersebut tidak terkikis dan hilang, kita harus selalu mengasahnya. Mengasah dengan terus melakukannya berulan...

Pramuka dalam Hati

Gambar
Penulis: Samsu Wijayanto ====================================== Sejak pagi beranda media sosial saya dipenuhi ucapan "Selamat Hari Pramuka Nasional." Saya sungguh tidak ingat perihal ini. Ingatan saya hanya tertuju pada rutinitas kemah sekecamatan setiap bulan Agustus. Perkemahan itu diadakan untuk memperingati hari lahirnya Pramuka. Jadi wajar jika saya tidak hafal tentang momen hari ini karena untuk tahun ini kemah rutin ditiadakan akibat adanya covid 19. Pada Agustus sebelumnya, sekolah tempat saya mengajar selalu ikut serta dalam kemah rutin tersebut. Selalu saja, saya diikutkan untuk mendampingi anak-anak kemah. Alasannya saya merupakan guru yang cukup senior di yayasan dan kebetulan anak yang diikutkan adalah anak kelas 6, anak didik saya. Secara kasat mata, kemah rutin tersebut bertujuan memeriahkan hari lahir Pramuka dengan beberapa perlombaan, riuhnya pedagang, dan megahnya api unggun. Namun di balik itu, tersirat kemandirian dan tanggung jawab bagi peserta lomba....

Menyeimbangkan Hak dan Kewajiban

Penulis: Samsu Wijayanto ==================================== Setiap orang pasti menerima hak dan melaksanakan kewajibannya. Antara hak dan kewajiban tentu tidak dapat dipisahkan. Pelaksanaan keduanya pun harus seimbang, tidak boleh timpang. Pun jika jomplang, cacat keadilan pasti tak terhindarkan.  Hak kita sebagai warga negara salah satunya mendapatkan keamanan. Misalnya saat berkendara. Saat berkendara warga berhak mendapat keamanan dan keselamatan di jalan. Namun, sudahkah kita melaksanakan kewajiban seperti menggunakan helm atau sabuk pengaman? Jika belum, maka polisi sebagai aparat keamanan berkewajiban menegur kita dengan tilang. Begitu juga sebagai pasangan suami-istri. Pada contoh yang kedua ini, pasangan suami-istri juga memiliki beberapa hak dan kewajiban yang perlu disepakati bersama. Misalnya soal hobi. Hobi sesungguhnya hanya sebuah hak. Namun, jika hobi tidak diketahui dan disepakati oleh pasangan, maka muncullah sebuah pertengkaran. Untuk itulah, keduanya harus meny...

Menyelami Kebingungan

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto ====================================== Di dunia ini tidak ada manusia yang tidak berpikir. Sekalipun orang tersebut berperilaku 'masa bodo' dengan berucap, "Udahlah aku stress. Buntu pikiranku. Bingung aku." Dari kebuntuan, kebingungan dan stress yang dialami orang itu menandakan bahwa dia masih berpikir. Hanya saja, karena pikirannya sudah mentok, maka keluarlah kata-kata itu sebagai bukti tidak kuat dan menyerah. Kebingungan yang kita rasakan, patut untuk kita syukuri.  Hal itu menandakan bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berpikir. Kebingungan tidak melulu soal kebuntuan. Bingung juga bisa diakibatkan oleh adanya hal yang kontradiksi seperti beberapa iklan yang akan saya bahas di bawah. Pertama iklan rokok. Tulisan saya berjudul "Belajar dari Iklan" (silakan cek di blog saya) memaparkan tentang pentingnya mengambil hikmah (pelajaran) dari iklan yang terpampang di televisi. Saat tulisan itu saya posting ke media sosi...

Islam Ritual dan Spiritual

:::: Samsu Wijayanto :::: Tuhan menciptakan banyak agama dan kepercayaan di dunia ini. Contohnya di Indonesia, ada 6 agama resmi yang diakui. Belum lagi banyak kepercayaan yang dianut oleh berbagai wilayah di Indonesia. Ada sunda wiwitan di Banten, kejawen di Jawa, buhun di Jawa Barat (sunda), kaharingan dari Kalimantan dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak agama dan kepercayaan, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni sisi ritual dan sisi spiritual. Menurut Buya Nursamad Kamba, antara beragama ritual dan spiritual sangat berbeda. Ini disampaikan sebelum beliau wafat dalam beberapa pertemuan dengan Cak Nun maupun Sudjiwo Tedjo. Sudjiwo Tedjo yang akrab dipanggil Mbah Tedjo pun menambahkan, "orang beragama saat ini hanya mengedepankan ritual, tapi kurang mengasah spiritual. Ritual hanya sebatas ibadah kepada Tuhan yang nampak. Seperti solat, sembahyang, puasa tapi mengabaikan kerukunan dengan umat agama lainnya. Sedang spiritual seimbang antara ibadah dengan bersosial. Baik ...

Raja-Ratu Sehari

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto ======================================= Raja-ratu sehari merupakan istilah bagi orang yang berada pada dua situasi. Pertama bagi dia yang sedang wisuda. Kedua bagi dia yang sedang melangsungkan resepsi pernikahan. Istilah ini menggambarkan bahwa seseorang dalam posisi yang agung, istimewa, dan menjadi sorot mata orang banyak karena ketampanan dan kecantikannya dengan pakaian atau gaun yang bagus nan indah. Begitu yang wisuda, seseorang akan menjadi istimewa pada hari itu dengan title yang baru. Menurut saya, raja-ratu sehari memang tepat disandang jika arahnya hanya sebatas ritual adat atau budaya pernikahan. Lain lagi jika berkaitan dengan tanggung jawab karena pernikahan dan wisuda memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Sebagai raja dan ratu dalam pernikahan, tanggung jawab seorang raja adalah memimpin jalannya rumah tangga. Baik-buruknya, makmur tidaknya dan terarah atau tidaknya rumah tangga tergantung sang raja yang memimpin. Ratu (istri) pun demikia...

Ucapan Selamat untuk Sahabat

Gambar
 :::: Samsu Wijayanto :::: Bulan ini merupakan bulan yang paling menyiksa bagi para jomblo atau single. Sebab, di bulan ini banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan. Bukan pernikahannya yang membuat tersiksa, akan tetapi pertanyaan dan pernyataan dari sanak saudara, kerabat bahkan netizen FB dan ig turut ramai bertanya, "kapan nyusul? Yah, disusul lagi tuh. Hayu atuh!" Mengutip pernyataan dari Habib Jafar bin Husein seorang pegiat literasi dan aktif di chanel YouTube JEDA NULIS mengatakan, "di dalam al-Qur'an ada tiga kali perjanjian agung (Mitsaqon Gholidho) yang berlangsung di dunia ini. Pertama perjanjian Allah dengan kaum Yahudi. Kedua perjanjian Allah dengan Nabi-nabi pilihan (Ulul Azmi). Ketiga perjanjian sepasang suami-istri." Dari situ jelas bahwa pernikahan bukan seremeh ijab-kabul lalu sah. Bukan sekedar sah kemudian perayaan dan membayangkan kebahagiaan saja. Namun pernikahan itu sakral dan tidak bisa dibuat gurauan. Perlu adanya kematangan berpi...

Belajar dari Iklan

Gambar
 ::::: Samsu Wijayanto ::::: Bagi pecinta aktifitas menonton televisi pasti tidak asing dengan adanya iklan komersial. Iklan yang biasa nongol di televisi biasanya tidak lebih dari 1 menit. Meskipun ada yang lebih, ya itu tergantung kesepakatan kontrak yang punya produk dengan stasiun televisi swasta yang bersangkutan.  Poin pentingnya adalah saat malam sudah menjelang ada satu iklan rokok yang menarik untu saya bahas. Saya tidak akan sebutkan merknya, toh saya tidak diendorse. Isinya iklan tersebut menyuguhkan adegan dimana ada seseorang yang sedang menghilangkan goresan di mobil dan tersisa sedikit. Lalu muncullah kalimat "Kecil buat lo, besar buat orang lain". Pelajaran yang bisa kita ambil dari Iklan di atas yaitu, sekecil apapun kebaikan atau keburukan bagi kita akan berdampak besar bagi orang lain. Contoh kita sedekah uang 5 ribu kepada peminta-minta yang sudah tua. Bagi kita itu kecil akan tetapi baginya itu besar dan bisa untuk menyambung hidupnya hari ini. Begitu jug...