Catatan Persalinan
Minggu, 24 Juli 2022 saya menjadi saksi atas kelahiran anak pertama kami. Ya, di hari ini tepatnya pada pukul 05.02 setelah usai adzan subuh di masjid istri saya melahirkan putra pertama kami. Saay itu, saya berada di dalam ruangan tersebut. Jangan ditanya bagaimana perasaannya, tentu campur aduk.
Berawal dari kontrol pukul 15.00 pada hari sebelumnya. Setelah diperiksa ternyata sudah pembukaan 2. Namun bidan berkata untuk pulang terlebih dahulu. Saya dan istri diminta datang kembali 4 jam setelahnya. Akhirnya kami datang agak telat. Istri meminta untuk sekalian melaksanakan solat isya sebelum berangkat. Jadi kami menuju bidan pukul 20.00. Sesampainya di sana dan usai diperiksa istri tidak diperkenankan pulang. Sebab, pembukaannya sudah naik menjadi 3. Setelah mendapat kamar istri diminta menggu hingga pukul 00.00. Pada waktu tersebut bidan akan datang untuk memeriksa dan memantau perkembangan. Benar saja, pukul 00.00 sudah masuk pembukaan 4. Kemudian istri mulai mengalami kontraksi. Saya yang berada di sampingnya begitu iba dan ikut merasakan sakit dan nyerinya kontraksi. Hingga dengan perjuangan yang cukup alot, pukul 05.02 anak kami lahir.
Selamat datang sayang, my baby boy. Kami siap menjadi orang tua dan teman hidup untukmu. Kita akan bermain dan belajar tentang kehidupan bersama-sama. Ketika kamu beear nanti, teruskan perjuangan dan cita-cita baik kami. Semoga kelak jika kau telah berpikir dengan baik, kau akan sadar betapa ibumu begitu kepayahan, penuh perjuangan saat melahirkanmu. Dia kekurangan waktu istirahat, badan penuh peluh, sakit dan nyeri menjadi satu serta tak jarang ibumu memuntahkan isi perutnya karena kontraksi yang dia alami. Semua itu demi kamu, nak. Jadi lebih berbaktilah kepada ibumu. Sayangi dia seperti aku menyanyangi ibumu. Sebab ridlo Allah ada pada ridlonya dan surga Allah ada di bawah kakinya.

Barokalllah.. Selamat ayah sam.
BalasHapus