Catatan Pasca Melahirkan: Pentingnya Kerja sama Ayah dan Ibu
Menjadi orang tua bukan hal yang mudah. Dulu yang ada dibenakku punya anak itu akan menyenangkan dan menggemaskan. Hidup kita akan berwarna dan serba gemas karena terus bersentuhan langsung dengan makhluk kecil, lucu dan imut yang bernama bayi. Ternyata memang benar. Hidup kita lebih berwarna, menyenangkan dan menggemaskan. Namun jangan dikira semua itu mulus begitu saja tanpa adanya kendala dan kesulitan.
Banyak hal yang membuat orang tua "baru" seperti saya ketar ketir. Kurangnya pengalaman dan pendidikan pra dan pasca melahirkan yang tidak kita dapatkan. Mungkin secara teori saya pribadi banyak "sharing" dan masukan dari rekan-rekan seprofesi yang sudah lebih dulu punya anak. Akan tetapi saat dihadapkan langsung teori itu seakan hilang. Sebab, atmosfer yang kita rasakan saat itu sangat berbeda. Tegang, panik dan takut berkumpul menjadi satu meruntuhkan teori dan masukan yang telah saya terima sebelumnya.
Menyoal mengasuh bayi, kurang lebih saya pernah berhubungan langsung. Sebelum menikah, adik saya sudah melahirkan anak. Adik saya beserta suaminya tinggal di rumah orang tua saya. Kami hidup bersama. Jadi sedikit banyak saya tahu cara menggendong bayi dengan benar, mengganti popok bayi, membersihkan kotorannya bahkan membedong pun saya lumayan menguasai. Mamah saya pun ikut andil besar dalam memberikan pengetahuan pasca melahirkan kepada saya dan istri. Sehingga kami tidak "buta" dalam berhadapan dengan makhluk kecil itu.
Siapkan mental anda sekalian para pembaca saat memikirkan untuk punya anak. Tidak hanya mental, kekuatan dan kesehatan diperlukan. Saat seorang istri melahirkan, perjuangannya tidak selesai di situ. Dia harus tetap memberikan ASI setiap 2 jam sekali dan masih tetap menahan sakit di area kemaluannya (apalagi jika dijahit atau sesar). Tugas suami, berikan support pada istri. Jika istri bangun memberikan ASI suami ikut serta menemani minimal berikan pijatan di kakinya atau sekedar ambilkan minum untuknya, serta jangan malu dan gengsi ketika suami mencucikan baju istri, popok anak, masak dan bebersih rumah. Sebab tidak mungkin itu dilakukan istri disaat seperti ini. Jika suami mengeluh besok kerja, maka pandai-pandailah membagi waktu.
Kesimpulannya, dalam rumah tangga harus kerja sama dalam segala urusan. Mulai dari pra melahirkan hingga pasca melahirkan. Jangan egois satu sama lain. Jika salah satu atau keduanya saling egois, maka tidak akan baik untuk perkembangan bayi dan kelangsungan hidup dalam rumah tangga.
Mudah-mudahan bermanfaat
Sekian

Komentar
Posting Komentar