Cinta bukanlah Kepemilikan

Oleh: Samsu Wijayanto

Cinta adalah fitrah dan anugerah dari Tuhan. Dengan cinta seseorang cenderung akan menjaga, mengasihi, dan menyayangi orang yang dicintainya. Namun, ada satu 'quotes' populer yang ternyata maknanya begitu dalam untuk diulas.

"Cinta tidak harus memiliki"

Quotes di atas biasanya dipakai oleh dua kaum. Pertama, quotes tersebut digunakan oleh kaum patah hati. Orang yang sedang patah hati pasti akan mengatakan hal demikian. Tujuannya, mengobati luka kecewanya dan sebagai pembelaan atas cintanya yang kandas. Kedua, digunakan oleh kaum jomblo yang kurang punya keberanian untuk mendekati (red:PDKT) orang yang diincarnya.

Meski quotes tersebut terlihat begitu mengenaskan, akan tetapi (sekali lagi) quotes di atas memiliki makna yang dalam. Prof. Quraish Shihab (red: Abi Quraish) dalam chanel YouTube "narasi tv" yang dipandu oleh putrinya, Najwa Shihab dalam segmen "Shihab & Shihab" mengulas tentang cinta tidak harus memiliki. Ulasan ini sesungguhnya dipicu oleh pertanyaan dari seorang pemuda pada sesi tanya jawab. Dia bertanya, "Ust, cinta tidak harus memiliki itu hoax atau fakta? Mohon penjelasannya!".

Dengan jelas Abi Quraish menjawab, "antara cinta dan kepemilikan adalah dua hal yang berbeda dan bertentangan. Ketika cinta diartikan sebagai kepemilikan, maka akan kacau. Contoh, ketika seseorang cinta pada tanah air. Apakah kita adalah pemilik negara ini? Justru kita ini yang milik negara sehingga kita memiliki berbagai hak di negara ini. Begitu juga dengan cinta. Jika cinta termasuk kepemilikan, maka dia ini milik saya (sambil menunjuk istri beliau). Lalu apakah saat saya sudah bosan bisa saya berikan pada orang lain atau saya jual? Tentu tidak. Cinta tidak seperti itu. Cinta itu saling berdampingan walau memiliki perbedaan, bukan sebuah kepemilikan. Seperti halnya alas kaki, kiri dan kanan itu saling berdampingan. Keduanya harus ada, tapi berbeda. Tidak bisa dipaksa untuk sama. Itulah cinta."

Penjelasan beliau di atas begitu jelas dan gamblang. Audiens pun dengan mudah menerimanya, termasuk saya yang menonton via YouTube. Menurut pengamatan saya, dalam memandang cinta Abi Quraish begitu menghargai kaum perempuan dan menghargai cinta. Sepertinya, Abi Quraish memposisikan perempuan dan cinta begitu mulia. Bukan sebagai barang yang bisa dimiliki sehingga bisa ditukar, diwariskan, diberikan percuma, ataupun dijual. "Perempuan dan cinta itu suci karena keduanya adalah pemberian dari Tuhan yang harus dijaga, dikasihi dan dihormati.

Tidak ada kepemilikan dalam cinta apalagi pernikahan. Keduanya memiliki makna saling. Saling berdampingan dalam perbedaan. Saling menjaga cinta dan pernikahannya agar tidak rusak, dan juga saling memupuk cinta agar kita tidak hanya cinta di dunia, melainkan hingga akhirat nanti.


Sekian


Karawang, 24-09-2020

Komentar

  1. Catatan yang keren๐Ÿ‘.
    Abi Quraish kepada Umi Fatma: "Saya berharap, cinta saya akan berlanjut sampai di akhirat".๐Ÿ˜

    BalasHapus
  2. Kok Abi Quraish (red) to mas. Setau saya red itu untuk redaksi, lhaa ini redaksi mana? Apa tidak (pen) to, atau penulis. Ada istilah lain yaitu (ed) maksudnya editor. Apakah demikian?? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh... Berarti selama ini aku keliru ya. Mksudnya red itu kata lain yang akan disebut berulang2 di kalimat setelahnya.

      Hapus
  3. Suka dengan acara Bapak Quraish Shihab. Penuh makna

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Pasca Melahirkan: Melestarikan Tradisi Ngayun

Sejarah Pesantren di Indonesia

Konsisten itu Sulit