Alam Mulai Enggan Bersahabat dengan Kita
Oleh: Samsu Wijayanto
Rasanya judul di atas sangat relevan untuk keadaan bumi akhir-akhir ini. Wabah menyebar dimana-mana, bencana alam banyak melanda, hingga kekeringan dibeberapa wilayah juga terasa. Semua terjadi karena sepertinya alam mulai enggan bersahabat dengan kita.
Menyoal tentang keadaan alam, saya teringat kutipan pak Akhol Firdaus (salah satu dosen filsafat IAIN Tulungagung) dalam catatannya di Facebook “Bumi sudah terlampau menderita. Manusia makin tak berbudi. Leluhur sudah lama berpesan, saat manusia lupa cara insyaf, bumi sendiri yang akan mengingatkan dengan caranya.” Saya menemukannya semalam ketika sedang iseng membuka Facebook. Catatan beliau mengisyaratkan bahwa adanya bencana alam ini terjadi karena manusia dan untuk manusia juga. Karena beberapa manusia mulai kehilangan budi, mereka merusak alam untuk kepentingannya sendiri dan perkaya diri. Akibatnya alam mengingatkan mereka agar tidak lupa bahwa alam pun bernyawa. Sama seperti makhluk lainnya, ingin hidup damai dan tenang.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang saya dapat dari website liputan6, "sebanyak 1.549 bencana alam terjadi di Indonesia mulai awal tahun hingga akhir Juni 2020 dengan jumlah korban meninggal dan hilang sebanyak 206 jiwa. Sedangkan tercatat oleh BNPB bencana alam tahun 2019 mencapai 2.229 dengan korban meninggal dan hilang sebanyak 479. Melihat daya yang ada, bencana alam di Indonesia mengalami penurunan. Media liputan6 pun mencatat 99% bencana alam di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Rincian jumlah kejadian bencana pada kurun waktu tersebut yakni banjir 620 kejadian, puting beliung 425, tanah longsor 330, kebakaran hutan dan lahan 139, gelombang pasang atau abrasi 21, gempa bumi 10, erupsi gunung api 3, dan kekeringan 1."
Meski tahun ini lebih sedikit dari tahun lalu, tapi perlu diingat ditahun ini ada pandemi. Bahkan jumlah korban pandemi melebihi bencana alam tahun lalu. Pandemi ini pun termasuk dalam bencana alam global. Artinya tidak hanya Indonesia, hampir seluruh negara di dunia mengalaminya.
"Apakah pandemi ini ada dengan sendirinya? Jika tidak, lalu ulah siapa pandemi ini ada?
Tentu jawabannya ulah manusia. Beberapa manusia di belahan dunia sana terlalu lupa. Lupa bahwa manusia punya budi yang harus dijunjung tinggi. Tidak hanya mementingkan nafsu dan kesenangan. Akhirnya alam lah yang mengingatkan. Sekarang semua mengalami kesulitan.
Semua telah terjadi. Tidak ada gunanya saling menyalahkan dan menghakimi. Tugas kita sekarang, saling menjaga satu sama lain. Manusia menjaga sesamanya, manusia menjaga alam sekitarnya. Sehingga alam akan mulai percaya lagi pada manusia. Jika manusia sudah kembali dipercaya, alam akan bersahabat. Dunia akan sehat. Dunia pun akan baik-baik saja.
Sekian
Karawang, 01-10-2020
silakan cek referensi:
https://www.facebook.com/100012649032042/posts/1018209191944039/

Mantab banget
BalasHapus