PUING-PUING KESETIAAN
Ya Allah ... jangan kau sediakan ruang hati ini untuknya ...
Jatuh cinta lagi. kenapa sih aku masih saja bisa jatuh cinta? 2 bulan sudah aku menjadi siswa SMA. aku sekelas dengan seorang cowok, sebut saja namanya Ringga.
Di mulai dari perkenalan kemudian berlanjut dengan tugas kelompok. Dia selalu mendaftar menjadi kelompokku dari semua bidang study. kebetulan 5 orang anggota kelompok yang aktif hanya aku dan Ringga. kami jadi sering ngerjain bareng, diskusi, nyari informasi di internet bareng bahkan kita jadi sering OL-lan. awalnya sih biasa-biasa aja. tapi karena di dukung oleh bercanda yang sering bareng juga maka semuanya menjadi luar biasa. lambat laun muncullah perasaan suka. ternyata pepatah jawa yang mengatakan “WITING TRISNO JALARAN SOKO KULINO” telah terbukti.
Hingga sesuatu yang tak pernah terlintas di benakku terjadi. Mas Anam tunanganku datang ke sekolah. saat aku masih menunggu angkot. Dengan tiba-tiba dan tak disangka-sangka dia sudah berhenti di depanku. “What!!!” Aku kaget tak percaya, saking bengongnya mulutku hamper membentuk huruf O kapital. Bulat penuh. kupandangi dia dengan pandangan heran. Sungguh mustahil!! bagaimana mungkin, rumahnya yang terletak di kota Marmer nan jauh di sana bisa sampai ke kota Gudeg ini, naek montor lagi. Bener-bener surprize .
“Dek udah pulang sekolahkan! Yuk tak antar pulang ke kost ?”aku tak segera menjawabnya. Melihat kekagetanku Mas Anam mengulangi pertanyaannya .
“Adek , kok bengong sih? Ayo tak antar pulang”
“eh emm.. iya mas “ jawabku gugup.
Sepanjang perjalanan aku tak bicara sepatah katapun. aku masih bingung dengan kedatangan Mas Anam yang secara tiba-tiba ini.
Tak terasa sudah masuk waktu asar, kami mampir ke masjid sebentar untuk sholat asar. selesai shalat asar aku tak segera menemui Mas Anam yang sudah menungguku di luar masjid. kupandangi Mas Anam dari dalam masjid. ku aduk-aduk perasaanku, ku putar kembali vidio-vidio kenanganku bersama Mas Anam, Bagaikan film yang di putar ulang, semuanya nampak begitu jelas di otakku. Ya Allah.... aku tak tega menghianatinya, aku tak tega membohonginya dan aku tak tega membagi ruang hati ini kepada lelaki selain dia. Dia yang begitu setia, tak sepantasnya aku menduakannya.Ya Allah.... jagalah cinta ini hanya untuknya sampai kami memasuki mitsaqon gholidzo (perjanjian/pernikahan) dan sampai selama-lamanya hingga di akhirat nanti. doaku dalam hati disertai tetesan air mata. Segera ku lipat mukena dan kuhampiri Mas Anam. ku pinjam HP nya dan ku tuliskan “Aku sayang sama mas dan aku nggak akan menghianati mas” selesai membaca tulisan itu. mas Anam menatapku dengan senyum yang berarti banyak
SHORT STORY IN 2010
By: Sonia Asyrofa
Komentar
Posting Komentar