Investasi Akhirat

:::: Samsu Wijayanto ::::

Hidup di dunia bagaikan wadah. Wadah untuk mengisi berbagai amalan. Entah itu amalan baik ataupun amalan buruk. Semua diwadahi di dunia ini.

Seperti yang terjadi pada sore tadi, saat aku menemani bibiku berbelanja untuk tokonya.

Bibi : Setelah ini kita beli pukis dulu yah?
Aku : oke bi.

(seetelah selesai beli)

Bibi : Bentar yah (sambil berlari menghampiri seorang nenek.)
Aku : Iya bi.

Dari kejauhan aku melihat bibi merogoh tas kecilnya dan memberikan beberapa lembar uang 5 ribuan.

Aku : siapa itu bi? Kok ngasih uang. Bibi beli jajan?
Bibi : ga kok, bukan siapa-siapa. Cuma kasihan aja sama nenek itu. Setua itu jualan snack di tempat kayak gitu. Tapi salutnya, nenek itu ga minta-minta. Dia tetap berusaha.
Aku : oh gtu (sambil mengangguk mendengar penjelasan bibi.)
Bibi : dulu pas awal bibi kasih juga ga mau. Tapi bibi tegasin bahwa bibi ngelakuin itu karena mau bantu dan tulus ngasih.
Aku : berarti udah lama bibi kayak gini?
Bibi : (hanya tersenyum.)

Ternyata setiap bibi belanja ke supermarket untuk mengisi kekosongan tokonya, ia selalu menyempatkan menemui nenek itu. Ya, seperti pada percakapan di atas. Bibi memberikan beberapa lembar uang dan sedikit ngobrol.

Kesimpulannya, jika wadah yang kita pakai itu diisi dengan sesuatu yang baik. Maka, wadah itu akan baik. Namun sebaik dan sebersih apapun wadah jika diisi dengan hal yang buruk dan kotor makan tidak akan ada yang ingin membawa atau memilikinya. Jadi selagi masih ada kesempatan hidup di dunia, gunakanlah dengan kebaikan. Sebisanya. Tidak perlu memaksa. Asalkan bisa istiqomah.

Sekian

Kroya, 13-07-2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Pasca Melahirkan: Melestarikan Tradisi Ngayun

Sejarah Pesantren di Indonesia

Konsisten itu Sulit