The Power of Solawat
Rasa-rasanya kata "The Power of" sangat tidak asing di telinga atau di mata mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa IAIN Tulungagung. Karena kata "The Power of" merupakan penggalan judul buku yang ditulis oleh dosen IAIN Tulungagung. Beliau adalah Dr. Ngainun Naim. Buku beliau yang ditulis dengan kata "The Power of" ada dua, antara lain The Power of Reading dan The Power of Writing. Keduanya adalah buku tentang motivasi dimana pembaca diajak untuk memiliki semangat membaca serta menulis.
Dengan adanya judul buku yang ditulis beliau, saya juga menggunakan kata "The Power of" untuk judul tulisan ini. Saya berharap tulisan saya menjadi tulisan yang memotivasi para pembaca untuk lebih semangat lagi bersolawat. Seperti halnya Pak Naim membuat semangat para pembaca untuk membaca dan menulis.
Sebelum membahas lebih lanjut, bersolawat hanya dilakukan oleh orang Islam. Tidak ada lafazh solawat dalam agama-agama lain. Maka bersyukurlah kita karena kita dianugerahi oleh Allah ibadah yang paling mudah, mengasikkan dan bebas. Saya katakan mudah sebab dengan lafazh "Allahumma Shallu 'Alaihi" kita bisa mendapatkan pahala dari Allah. Solawatan juga mengasikkan karena pengamalannya bisa dengan dilagukan. Sedangkan bebas, kita bisa mengamalkan solawat dimanapun dan kapanpun.
Dari keterangan di atas, saya menyebutnya dengan keistimewaan solawat. Namun dibalik itu ada beberapa hal yang entah dilupakan atau tidak diketahui oleh umat Islam sendiri.
1. Solawat adalah ibadah yang dilakukan oleh semua orang Islam, tanpa terkecuali. Meskipun ada beberapa sekte mengingkari solawat atau membid'ahkan solawat, tapi sebenarnya mereka bersolawat. Mau bukti? Sebagai orang Islam mereka pasti melakukan ibadah solat. Dalam gerakan tasyahud akhir ada bacaan solawat yang menjadi rukunnya solat.
2. Solawat adalah ibadah yang dilakukan juga oleh Allah. Kok bisa?. Mau bukti? Dalam Islam ada syahadat, solat, puasa, zakat dan haji. Apakah Allah mengamalkan semua itu? Jawabannya tentu tidak. Namun lain halnya dengan solawat, Allah mengamalkan solawat. Hal tersebut tercantum dalam kitab suci (Alquran).
3.Solawat adalah ibadah yang membuktikan bahwa orang itu sombong atau tidak. Point ketiga ini menyambung point yang kedua. Orang atau kelompok yang tidak suka, tidak cinta dan mengingkari solawat, maka termasuk orangyang sombong. Mengapa demikian? Allah saja, sebagai dzat yang maha kuasa, maha pencipta dan maha esa bersolawat kepada Nabi Muhammad. Mengapa sebagai manusia kita begitu sombongnya, sehingga enggan untuk bersolawat. Padahal manusia tidak punya apa-apa dan tidak memiliki kehendak apapun di dunia ini.
Ketiga point di atas sesungguhnya sebagian kecil dari kelebihan bersolawat. Akan lebih panjang dan lebar untuk dibahas jika semua kelebihan solawat dipaparkan. Dan mungkin juga akan menjadi sebuah buku, hehe.
Komentar
Posting Komentar