Ramadhan Bahan Introspeksi



Oleh : Samsu Wijayanto



Beberapa hari lalu saya membaca sebuah tulisan. Tulisan itu ditulis oleh kawan seperjuangan sewaktu kuliah dulu. Judul tulisan itu "mindful eating saat buka dan sahur". Isinya begitu ringan, rapih dan padat, hingga nyaman untuk dinikmati.

Dalam tulisannya itu, saya tarik kesimpulan bahwa mindful eating sangat cocok menjadi bahan introspeksi diri. Dengan menerapkan pola tersebut seseorang akan lebih menghargai makanan. Menyantap makanan pun dengan santai, tidak tergesa-gesa, tidak apa-apa dimakan (rakus) dan makan secukupnya. 

Hikmahnya, puasa ramadhan yang kita lakukan tidak berdampak buruk. Tidak ada makanan yang mubazir terbuang dan tidak juga kekenyangan. Sebab Nabi sudah mengajarkan kepada kita etika makan, "makanlah saat lapar dan berhenti sebelum kenyang."

Selain itu, dengan pola mindful eating kita dapat menumbuhkan rasa syukur. Syukur atas rezeki yang telah kita dapatkan dan nikmati; dan syukur atas nikmat lapar yang kita rasakan sehingga kita tahu penderitaan saudara kita yang kelaparan dan meminimalisir munculnya kesombongan.

Jadi mumpung di bulan yang suci ini, baik adanya jika tidak berlebihan dalam berbuka dan sahur. Tatap makanan dan sedikit renungkan nasib saudara kita yang kurang beruntung dalam hal makanan. Pada akhirnya kita bisa menyantap makanan dengan santai, tidak seperti orang rakus atau kesetanan (hehe). 

Mudah-mudahan bermanfaat

Sekian 

Karawang, 12 Maret 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Pasca Melahirkan: Melestarikan Tradisi Ngayun

Sejarah Pesantren di Indonesia

Konsisten itu Sulit