Bolehkah Mengaplikasikan Hadis Daif (Lemah)?
Oleh: Samsu Wijayanto "Hei, kamu kok melakukan itu. Itu kan hadisnya dloif. Hati-hati". Beberapa waktu lalu, saat saya vakum menulis saya mendapat teguran demikian. Saya ditegur karena melantunkan puji-pujian "Allahumma bariklana fi rajaba, wa sya'bana wa balighna Ramadhana" di masjid dekat rumah. Dia bukan orang sekitar sini, alias musafir yang entah dari mana dan baru pulang kerja dari sebuah pabrik. Karena saya tidak ingin ada keributan di masjid, akhirnya saya akhiri pujian tersebut lalu lekas ikamah. Setelah selesai salat, saya dekati orang yang menegur saya tadi. Saya berterima kasih atas tegurannya. Saya pun bertanya, "maaf pak, apakah puji-pujian saya tadi mempengaruhi sah atau tidaknya salat?" Dia menjawab, "tidak". Saya bertanya lagi, "apakah puji-pujian tadi mengandung unsur akidah atau tauhid?" Jawabnya pun tetap, "tidak". Akhirnya saya perjelas dan jabarkan semua yabg saya tahu agar tidak ada kesalah pahaman. ...