Hukum Merayakan Muludan
Oleh: Samsu Wijayanto Malam ini adalah malam dimana masuknya tanggal 12 Rabiul Awal. 12 Rabiul Awal menjadi tanggal bersejarah bagi umat manusia. Ya, lahirnya Nabi Muhammad SAW. Nabi terakhir dan paling mulia menurut umat Islam. Oleh karena itu seyogyanya umat Islam pasti merasa senang dan gembira. Dalam menyikapi kegembiraan ini, bermacam cara dilakukan. Beberapa orang merayakan dengan ramai, mendirikan panggung, mendatangkan penceramah, dan bersolaeat bersama. Sebagian yang lain merayakan dengan sederhana, hanya bersolawat di masjid masing-masing dan mendengarkan pengajian, lalu makan-makan. Ada juga yang justru menyalahkan dan/atau membid'ahkan kedua kegiatan di atas. Perdebatan mengenai perayaan hari kelahiran Nabi alias maulidan atau muludan sudah terjadi sejak lama. Penyelesaiannya pun sudah lama terjawab. Jika ditanya mengapa merayakan? Sedangkan Nabi tidak menyuruhnya. Jawab saja, "apakah Nabi melarangnya?" Itu sebenarnya sudah beres dan selesai. Hargai setiap jaw...