Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Hikmah dari Musibah: Mengenang Tragedi Aceh

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto  26 Desember merupakan tanggal penting yang tidak akan pernah dilupakan oleh sebagian orang. Di tanggal ini tragedi besar mengguncang seantero Indonesia. Berita pun tersiar di berbagai stasiun televisi dan media. Ya, apalagi kalau bukan tragedi Tsunami Aceh. 16 tahun yang lalu, Aceh diporak-porandakan oleh bencana Tsunami. Tidak sedikit korban yang berjatuhan pada waktu itu. Ratusan rumah dan gedung pun tak luput hancur karenanya. Itu semua terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Sekarang mungkin Aceh sudah mulai pulih. Perekonomian di sana mulai membaik. Namun traumatik yang diberikan pasti masih berasa. Anak terpisah dari orang tuanya atau sebaliknya. Suami kehilangan istrinya, pun sebaliknya istri kehilangan suaminya. Perasaan kehilangan orang yang dicintai selamanya akan terasa dan membekas meski keadaan sudah membaik. Dari tragedi Aceh 16 tahun yang lalu mengajarkan kita beberapa hal. Pertama, sayangi orang sekitar kita selagi ada. Ayah, ibu, adik dan kaka...

Hikmah Diciptakannya Tumbuhan: Konsep Dermawan

 Oleh: Samsu Wijayanto  Tuhan menciptakan makhluk hidup di dunia ini begitu beragam. Ada manusia dengan kesempurnaan akalnya. Hewan dengan ketajaman instingnya. Tumbuhan dengan manfaatnya yang luar biasa, hingga manusia dapat bernafas karenanya dan alam pun stabil karena keberadaanya. Namun dari ketiganya, tumbuhanlah yang sering diabaikan. Keberadaannya dianggap kurang bermanfaat. Akibatnya manusia seenaknya sendiri menebangnya demi kepentingannya sendiri. Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya. Begitu juga penciptaan terhadap tumbuhan. Tidak hanya banyak manfaat yang diberikan, melainkan tumbuhan merupakan media belajar dan renungan bagi umat manusia. Seperti konsep dermawan yang ditunjukan oleh tumbuhan singkong dan mangga. Singkong ibarat manusia yang kikir. Dia suka menyembunyikan buah (hartanya) sedalam mungkin. Hingga orang tidak tahu apakah buahnya besar atau kecil. Karena kekikirannya, berdampak pula pada kehidupannya. Orang yang kelewat kikir akan e...

Perasaan Ibu Saat Hari Ibu

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto  22 Desember merupakan tanggal ditetapkan sebagai Hari Ibu. Banyak anak berbondong-bondong mengucapkannya. Ucapan tersebut didasari atas kebahagiaan dan kebanggaan adanya ibu yang selama ini menemani. Namun pernahkah kita bertanya (minimal dalam hati), bagaimana perasaan ibu saat hari ibu? Apa yang dirasakan beliau saat hari ibu? Apa yang diinginkan ibu saat hari ibu? Ibu adalah sosok sentral dalam sebuah keluarga. Tanpa perantara ibu kita tidak akan pernah lahir ke dunia. Ibu juga sebagai "madrasatul ula" (sekolah pertama) bagi anak. Aktif tidaknya anak, cerdas tidaknya anak tergantung bagaimana ibu yang memberi ajaran pertama. Oleh karena itu, sebagai tokoh sentral sepantutnya mendapatkan apresiasi tertinggi dari kita (anak-anaknya). Apresiasi itu sebenarnya tidak cukup dengan hanya sekedar ucapan dan postingan foto ibu dengan "caption" Selamat Hari Ibu, I love You. Tidak cukup hanya itu. Ada juga yang mengapresiasinya dengan memberi kue ata...