Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Cara Mudah untuk Memaafkan

Manusia dalam prinsip moral ada dua kategori, pertama manusia yang baik dan manusia yang buruk atau jahat. Dalam kodratnya manusia juga akan melakukan dua hal, yaitu kebaikan atau kebenaran dan kesalahan. Penulisan kategorisasi di atas sengaja menggunakan kata sambung dan, bukan atau. Karena penulis ingin menginformasikan bahwa manusia pasti akan melakukan keduanya. Manusia disatu sisi akan melakukan kebaikan, namun di sisi lain manusia pun pasti ak an melakukan kesalahan. Manusia adalah manusia, bukan malaikat atau juga bukan iblis. Manusia tidak akan selalu berbuat baik dan patuh, seperti yang dilakukan malaikat. Manusia pun tidak akan melakukan kesalahan terus-menerus seperti halnya iblis. Manusia akan melakukan keduanya meskipun tidak sekaligus atau dalam waktu yang sama dan di tempat yang sama pula, karena manusia diberi akal pikiran dan nafsu. Sehingga manusia mampu melakukan kebaikan dan kesalahan. Itulah kodrat manusia yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk ciptaan ...

Jangan Takut Salah namun Jangan Menyalahkan

Dalam urusan salah dan menyalahkan, manusialah ahlinya. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang di nash dalam hadis sebagai makhluk yang tidak luput dari salah dan lupa. Di sisi lain, manusia pun suka sekali menyalahkan dan jarang mau disalahkan dan dikritik. Ya begitulah realitanya manusia. Menyoal tentang salah pun saya jadi teringat kisah Nabi Adam dan Siti Hawa yang diusir dari surga oleh Tuhan karena dia berbuat kesalahan. Tentu m endapatkan kisah ini kita sudah tahu dan bisa menyimpulkan kesalahan apa serta bagaimana kronologinya. Namun bukan itu titik tekannya, melainkan pada kata "kesalahan" itu yang paling penting. Dengan adanya kesalahan tersebut hadis yang disabdakan oleh Nabi Muhammad menjadi suatu hal yang benar-benar riil terjadi baik pada masa ini maupun masa lampau. Selain itu, dengan adanya kesalahan tersebut juga membuktikan bahwa firman Tuhan pada surat al Baqarah ayat 30 yang mengatakan bahwa "manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi". Jad...

The Power of Solawat

Rasa-rasanya kata "The Power of" sangat tidak asing di telinga atau di mata mahasiswa, khususnya untuk mahasiswa IAIN Tulungagung. Karena kata "The Power of" merupakan penggalan judul buku yang ditulis oleh dosen IAIN Tulungagung. Beliau adalah Dr.   Ngainun Naim . Buku beliau yang ditulis dengan kata "The Power of" ada dua, antara lain The Power of Reading dan The Power of Writing. Keduanya adalah buku tentang motivasi dimana pembaca diajak untuk memiliki s emangat membaca serta menulis. Dengan adanya judul buku yang ditulis beliau, saya juga menggunakan kata "The Power of" untuk judul tulisan ini. Saya berharap tulisan saya menjadi tulisan yang memotivasi para pembaca untuk lebih semangat lagi bersolawat. Seperti halnya Pak Naim membuat semangat para pembaca untuk membaca dan menulis. Sebelum membahas lebih lanjut, bersolawat hanya dilakukan oleh orang Islam. Tidak ada lafazh solawat dalam agama-agama lain. Maka bersyukurlah kita karena k...