Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Alam Mulai Enggan Bersahabat dengan Kita

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto Rasanya judul di atas sangat relevan untuk keadaan bumi akhir-akhir ini. Wabah menyebar dimana-mana, bencana alam banyak melanda, hingga kekeringan dibeberapa wilayah juga terasa. Semua terjadi karena sepertinya alam mulai enggan bersahabat dengan kita. Menyoal tentang keadaan alam, saya teringat kutipan pak Akhol Firdaus (salah satu dosen filsafat IAIN Tulungagung) dalam catatannya di Facebook “Bumi sudah terlampau menderita. Manusia makin tak berbudi. Leluhur sudah lama berpesan, saat manusia lupa cara insyaf, bumi sendiri yang akan mengingatkan dengan caranya.” Saya menemukannya semalam ketika sedang iseng membuka Facebook. Catatan beliau mengisyaratkan bahwa adanya bencana alam ini terjadi karena manusia dan untuk manusia juga. Karena beberapa manusia mulai kehilangan budi, mereka merusak alam untuk kepentingannya sendiri dan perkaya diri. Akibatnya alam mengingatkan mereka agar tidak lupa bahwa alam pun bernyawa. Sama seperti makhluk lainnya, ingin hidu...

Pendidikan Anak: Menjaga Kejujuran dengan Ketegasan Dimasa Corona

Gambar
 Oleh: Samsu Wijayanto Beberapa hari lalu tepatnya hari Senin, sekolah tempat saya mengajar mengadakan Penilaian Tengah Semester (PTS). Akan tetapi karena adanya pandemi, pengadaannya tidak seperti biasa. Biasanya PTS dilakukan di sekolah, sekarang pengerjaan di rumah. Soal diambil oleh orang tua masing-masing pada hari Sabtu. Setelah sepekan, soal dikumpulkan lagi. Tepatnya pada hari Sabtu tanggal 03 Oktober nanti. Sejak dulu hingga sekarang, eksistensi PTS tetap sama. Eksistensi PTS bertujuan menguji kemampuan anak dalam memahami materi selama 3 bulan (setengah semester). Namun dengan adanya PTS yang dibawa ke rumah tidak menutup kemungkinan anak melakukan tindak kecurangan. Ya, seperti melihat buku catatan, buku paket bahkan googling (search via Google). Tanpa pengawasan yang baik, hal itu bisa saja terjadi. Apalagi jika kedua orang tuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Maka, kecurangan (mungkin) bisa terjadi. Jadi peran serta orang tua murid saat ini sangat besar. Demi menj...

Bersama Kita Lawan Wabah Corona

Gambar
 "Sebaik-baik pemimpin adalah yang berani mengambil keputusan meski salah, daripada diam." Kalimat di atas merupakan argumen yang disampaikan oleh Ridwan Kamil (Kang Emil), Gubernur Jawa Barat. Beliau menyampaikannya dalam podcast Dedy Corbuzier yang membahas tentang Corona atau pandemi covid-19 dan upaya pengadaan vaksin covid-19 yang sedang dilakukan oleh pemprov Jawa Barat. Menurut beliau, menjadi pemerintah di masa pandemi sangat sulit, karena pemerintah tidak hanya sibuk mengurusi rakyat, melainkan juga mencari cara mengatasi wabah covid-19 di Indonesia ini. Adanya pandemi ini, ekonomi rakyat mengalami kekacauan. Pedagang dipaksa untuk tutup sementara demi menghindari kerumunan. Buruh dirumahkan dan dipotong gajinya. Akibatnya pemerintah harus menyediakan bansos (bantuan sosial) bagi rakyat yang terkena imbas dari pandemi ini. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi beban dan kesulitan rakyat. Namun ada saja orang yang protes, "bansos di Indonesia pembagiannya ga ...

Cinta bukanlah Kepemilikan

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Cinta adalah fitrah dan anugerah dari Tuhan. Dengan cinta seseorang cenderung akan menjaga, mengasihi, dan menyayangi orang yang dicintainya. Namun, ada satu 'quotes' populer yang ternyata maknanya begitu dalam untuk diulas. "Cinta tidak harus memiliki" Quotes di atas biasanya dipakai oleh dua kaum. Pertama, quotes tersebut digunakan oleh kaum patah hati. Orang yang sedang patah hati pasti akan mengatakan hal demikian. Tujuannya, mengobati luka kecewanya dan sebagai pembelaan atas cintanya yang kandas. Kedua, digunakan oleh kaum jomblo yang kurang punya keberanian untuk mendekati (red:PDKT) orang yang diincarnya. Meski quotes tersebut terlihat begitu mengenaskan, akan tetapi (sekali lagi) quotes di atas memiliki makna yang dalam. Prof. Quraish Shihab (red: Abi Quraish) dalam chanel YouTube "narasi tv" yang dipandu oleh putrinya, Najwa Shihab dalam segmen "Shihab & Shihab" mengulas tentang cinta tidak harus memiliki. Ulasa...

Kisah tentang Sibuk

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Secara biologis, makhluk hidup memiliki ciri-ciri tumbuh dan berkembang. Tumbuh berarti menjadi besar dan tua. Setiap makhluk pasti berproses, berawal dari tubuh kecil berubah menjadi besar dan menua. Sedangkan berkembang artinya menjadi banyak. Berkembang dalam kehidupan manusia hanya bisa dilakukan dengan cara perkawinan. Ngomong-ngomong soal tumbuh dan berkembang, saya pernah terlibat percakapan dengan seorang kawan. Dia mengatakan bahwa semakin seseorang tumbuh, maka semakin banyak yang dipikirkan dan banyak pula kesibukannya. Orang yang awalnya hidup ditanggung orang tua, lambat laun akan pisah dan mandiri. Di situlah seseorang akan mulai banyak berpikir. Berpikir bagaimana cara bertahan hidup tanpa orang tua. Berpikir cara memenuhi kebutuhan. Berpikir juga bagaimana cara memenuhi keinginan atau hobi. Saya begitu serius mendengarkan yang dia katakan. Meski melalui media telepon, percakapan kami cukup menyenangkan. Saya pun mengiyakan yang dia katakan. Saya pe...

Dasar Amal Soleh

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Hidup di dunia merupakan proses. Proses dari awalnya tidak mampu menjadi mampu, tidak tahu menjadi tahu dan tidak bisa menjadi bisa. Bahkan ada beberapa orang yang berproses dari keburukan menuju kebaikan. Proses seperti ini biasa dikenal dengan istilah tobat. Dalam perjalanannya, seseorang yang sedang bertobat pasti bertendensi pada akhirat. Dia tidak ingin hidupnya sia-sia di dunia. Tanpa tujuan yang jelas. Hanya hura-hura waktu dan harta. Oleh karena itu, taubat merupakan langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Tidak berhenti di situ, tahap selanjutnya yang harus dilalui untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah beriman dan beramal soleh. Beriman artinya yakin. Yakin bahwa taubat yang kita panjatkan diterima oleh Allah dengan diimbangi amal soleh sebagai sarana penebus dosa. Mengganti perbuatan buruk yang dulu pernah dilakukan dengan melakukan perbuatan baik (amal soleh). Menyoal amal soleh, Jumat, 11 September 2020 pondok pesantr...

Catatan di Masa Sakit

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Kebingungan dalam menulis amatlah wajar. Apalagi setelah sekian lama tidak menulis, tentu menyajikan beberapa rangkai kata menjadi kalimat pun akan tersendat. Seperti yang saya alami saat ini. Sedikit bercerita: Beberapa hari yang lalu, saya berada dalam kondisi yang kurang baik (sakit). Saat itu saya merasakan panas-dingin secara bergantian, pandangan berputar, sakit kepala ketika melihat terang cahaya, dan persendian terasa nyeri dan linu. Banyak yang berspekulasi bahwa saya mengalami tifus. Ada juga yang mengatakan saya terkena DBD. Malah ada yang menakut-nakuti bahwa saya tertular covid-19. Hingga saya merasa 'parno' saat mendekati instansi kesehatan seperti klinik, rumah sakit, dan puskesmas. Namun, bukan itu intinya, keadaan yang saya alami ini sungguh membuat saya berada dalam dua kebingungan. Pertama, dalam hal menulis. Seorang penulis butuh penunjang. Bisa berupa latihan (telaten setiap hari) atau membaca beberapa sumber untuk menambah ide dan amu...

Mengasah Kecerdasan Anak Saat Bayi

Gambar
Oleh: Samsu Wijayanto Setiap orang tua pasti mendambakan memiliki anak yang cerdas. Kecerdasan pada anak sebaiknya diasah sejak usia dini, yaitu saat golden age. Ya, mungkin saya kurang pas jika berbicara masalah ini karena saya sendiri belum memiliki anak. Jangankan anak, nikah saja belum. Akan tetapi, menurut buku yang saya baca, ya demikian. Saat golden age (usia emas) kira-kira di bawah 5 tahun anak mudah sekali dibentuk dan diasah. Dalam buku "Mengasah Kecerdasan pada Anak" karya Ratna Wulan juga dikatakan bahwa "saat usia balita ke bawah adalah masa yang paling ideal untuk dibentuk dan diasah. Upaya pembentukan dan pengasahan ini melalui bermain (2011: 74)." Ya, para orang tua pasti mengerti bagaimana aktivitas anaknya saat usia itu. Bermain, bermain, dan selalu saja bermain. Namun, jauh sebelum itu, sifat aktif dan pasif anak ditentukan saat usia 0 sampai 9 bulan (biasa kita sebut bayi).  Perinciannya sebagai berikut: Pertama, Anak di usia 0-6 minggu memiliki...